Purnama💐

​Wahai purnama….

Maafkan diri yg tak pernah bisa berhenti berharap,

Maafkan diri yg tak pernah bisa berhenti mengiba pada Tuhan,

Tentang……

Perasaan yg selalu menggelayut di hati,


Wahai purnama…

Aku selalu menitipkan kenangan pada tetes embun pagi,

Juga pada segores lembayung senja,

Namun……

Mereka selalu berdusta,

Mereka tak pernah bisa melenyapkan dirimu di diriku,


Wahai purnama….

Seringkih inikah hati yg telah matii ???

Sebodoh inikah perasaan yg tak pernah bisa di ungkap, 

Bahkan……

Di raba sekalipun,


Lantas…..

Apa yg mestinya aku lakukan ??

Seberapa mampu aku mengacuhkan perasaan ini

Padahal……

Setiap saat perasaan itu tiba” muncul dan menampilkan mimik wajah dan dirinya di hadapanku,


Purnama….

Aku menyerah,

Aku terlalu lemah tersiksa rasa rindu yg tak pernah bisa aku artikan dengan aksara,

Aku menyerah kali ini dengan semua permainanmu,

Aku menyerah kali ini dengan situasiku,


Dan aku ingin…..


#lupakan !💐

Iklan

Hujan merintih pilu

​Padamu hujan pilu,

Engkaulah aksara tanpa makna yg selalau aku tuliskan kala malam pekat menjelang….

Menyisakan guritan kenangan manis tanpa penyapa…


Padamu hujan pilu….

Aku menyisakan setitik rindu untuk hati yg telah terisi, dan untuk kenangan yg tak pernah bisa aku miliki


LAGI💐

Tentang sahabat…..🌹

Curuk matamu tak pernah bisa berdusta….

Selaksa sakit yg tak kunjung mereda malah semakin tergerus air garam💐

Kuatkan…..

Kuatkan sedikit hatimu untuk menopang beratnya rasa pilu dan sendu..

Biarkan air mata leluasa membelai pipimu dan mengatakan apa yg terjadi sebenarnya…

Biarkan mulutmu mengulum semua rahasia yg hanya kau dan beliau yg tau…

Diamlah….

Semua menyayangimu💐

Senja hitam💐


senja hitam membungkus sudut kota…
menyisakan rintik hujan yg tiada hentii hingga malam menjelang…
jingga….
aku rindu pada tamaram senja jingga sebelum magrib yg selalu menyapaku untuk bergegas bersiap bermunajat…
jingga….
selalu berpamit pulang kala awan hitam mulai bergumpal, yg tanpa berdosa mengusir jingga hingga setiap sore tak pernah datang menyapa….
selaksa burung yg tak lagi saling menyapa di atas langit biru…
merusak setiap keindahan pemandangan senja jingga
lalu….
apa yg membutku selalu ingin melihat jingga ???
ntahlahh…

seberkas senja di sudut kota💐

Masih terjaga dengan secangkir kopi bersama sahabatnya kala adzan magrib membungkus sudut kota…

Menyisakan deru kenalpot bising d antara indahnya malam mendung kota wonogiri…

Titik keindahan hamparan langit terbalut mendung yg hanya memperlihatkan samar” bintang ataupun bulan untuk mencoba mengintip d sela”nya..

Matahari mulai tumbang pukul 14.00 wib tepatnya…saat awan mendung menyergapnya d seperempat perjalanan menuju malam, menyisakan balutan awan hitam yg lamabat laun menghujamkan air hujan…membasahi segala hal yg ada di tengah kota…

Lalu….

Apa yg sebenarnya membuatku tertarik untuk keluar d sore hari dan menikmati kopi ??? 

Satu hal karena sebuah keindahan langit tidak hanya untuk d abadikan tapii d rasakan d pahami bahwa naungannya sangatlah indah sekalipun mendung menyelimuti..

Dandelion💐

​Dandelion telah membawa kabur sajakku tentang dirimu, puan..
pun jua hujan yg telah membasahi dan melunturkan rasa tresna terdalam, itu💐💐