Garis waktu, 190-191


​Sahabat laksana saudara yg lahir dari rahim berbeda. Alangkah miskinnya orang – orang yg hanya bertemankan uang, tanpa pernah memiliki seseorang untuk berbagi tawa dalam keadaan susah dan senang.

Betapa banyaknya kepalsuan di dunia. Betapa banyak mulut manis yg menyelipkan pisau dalam setiap kalimatnya; bersiap menusuk kita dari belakang. Berhati – hatilah dengan mereka yang gemar menjilat. Karena, sahabat bukanlah yang bermanis – manis di hadapan kita. Ia adalah seseorang yg berkata jujur, seburuk apapun kenyataan, agar kita tidak lupa diri. Sahabat bukanlah ia yang hanya datang saat kita berbangga hati. Ia adalah seseorang yg tak akan pergi meski dunia memusuhi kita. Tertawa bersama, menangis bersama, pada akhirnya kita akan kembali menepuk pundak dengan senyum di wajah kita. Karena persahabatan sejati tidak akan pernah di kalahkan oleh waktu.

Maka, jadilah tangan ketika sahabat tak bisa meraih. Jadilah kaki ketika sahabat tak bisa berjalan. Jadilah mata ketika sahabat tak bisa melihat. Seseorang yang tidak akan meninggalkan kita di saat sulit adalah seseorang yang tidak boleh kita tinggalkan ketika kita senang.

Jabat erat, Tepuk pundak, Melangkah bersama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s