Malaikat Tanpa Sayap💐

Teruntuk satu wanita pengasih

Entah itu senja atau pagi

Titahmu bawa raga tertatih

Tanpa lelah mengarungi dua diri 280 hari
Aku tertumpang di rahimmu 

Merobek-robek isi dalam perutmu 

Sungguh kau tak pernah sangsi.
Dulu aku tak pernah minta terlahir.

Dengan melupakanmu,

Aku selalu berharap semua padam

Namun …

Kau tak kunjung hilang, Ibu.

Dengan segala rasa sombong dalam diri anak penuh dosa

Izinkan aku mencintaimu tanpa reka.
Bak malaikat tanpa sayap

Kau selalu datang sekejap

Merengkuh diri dalam pilu

Membuatku selalu terjaga di sisimu
Meski pena terus berdansa

Di lembaran kertas putih

Trenamu tak bisa ku kira

Wahai pemilik hati bening nan suci.
Ibu

Maafkan anakmu

Yang belum mampu menghadirkan bahagia di senyummu

Yang selalu menggores sakit dan kecewa di hatimu
Ibu

Atas segala nasib buruk

Celakalah 

Celakalah ia yang durhaka kepadamu!
Meski aku tak sadar menyakitimu secara halus

Rasa cinta tak akan terkikis

Meski telah mengeriput kulit yang mulus

Senyum manis selalu terlukis.
Ah, Ibu …

Ijinkan hari ini saja kaulah yg menjadi isi dalam bait aksaraku

Biarkan aku yg terus menderas namamu dalam sajak-sajakku

Menghadirkan wajah kuyumu di balik munajat-munajatku
Ibu,

Engkaulah puisi abadiku

Engkaulah darma rakaku

Sedari awal engkaulah malaikatku

Hati tulusmu tak kan pernah berubah meski ditelan waktu
Trimakasih ibu

Kau malaikat dalam hidupku
Terima kasih kepada kontributor yang menyumbangkan karyanya:

1. @arshanovya – sastratika.wordpress.com

2. @aksaramdhani – aksaramdhani.wordpress.com

3. @aliffebry -catatankosongblog.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s