Raga Yang Memudar


Fajar kali ini berubah hitam
Merenggut bahagia menyisakan derita
Kala raga terasa kosong mlompong tak bernyawa
Menemukan jasadmu terbujur kaku terdiam seribu bahasa

Aku kira aku sekuat merapi
Yang berdiri kuat di luasnya alam ini
Aku kira aku sekuat mentari
Walau sendiri tapi mampu menyinari
bahkan walaupun musim berganti
Kamu tetap masih terasa disini

Aku rapuh
Aku goyah 
Aku tertatih
Merintih menahan perih

Dimanakah kamu?

Semua kini telah memudar
Pergi tanpa pesan
Semua kini telah hancur
Pergi keabadian.
Melebur menjadi kepingan lara
Aku kehilangan…

Perlahan ku tatap gemintang
perlahan ku menunggu bulan berputar
Kini aku merasa paling sepi
Paling tertatih, paling sendiri
Berdiri di tempat paling sunyi
Bersama lulabi elegi menemani

Akhirnya sayang,
Kenyataan akanmu hanyalah mimpi kosong.
Terlalu jauh aku terbang ke langit rindu
Hingga tak bisa merelakan waktu
Yang membawamu pergi dan menjauh.

Masih ku kenang hayatimu
Karena itu…
Bermainlah dengan bintang,
Rasakan lembut belaian awan,
Dan lihatlah aku…

Aku masih di sini…
Setia pada raga yg telah samar
Bernyanyi dengan ilalang,
Meski ku tahu betul
Semua tak lagi sama.

Mungkin memang
Aku akan menyusulmu, nanti.
Karena itu, tunggulah aku di singgasanamu
Bersama raga yg selalu aku rindu

Sayang💐

Terima kasih kepada kontributor:
1. @aksaramadhani – aksaramadhani.wordpress.com
2. @arshanovya – sastratika.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s