“SEMISAL💐”

​Semisal rindu itu berbau
Mungkin tubuhku akan selalu harum tanpa parfum
Semisal rindu itu berwarna jingga
Maka bukan hanya sore yg menjingga,
Namun aku juga
Dan…
Semisal rindu mampu membuat beku
Mungkin bukan hanya rasaku
Tapi diriku juga akan beku

Namun,
Rindu tetaplah serupa rindu
Mereka tidak berbau
Tidak berwarna
Namun kadang membekukan

Seperti halnya kau, Puan
Kaulah rindu yg selalu membekukan
Kaulah rindu yg serupa candu
Yg selalu membuat aku tak henti menghirup aroma minyak wangimu
Setelah jabat tangan sebelum perpisahan

Sedetik
Semenit
Sejam
Aku relakan waktuku terbuang
Untuk sekedar memandang ulasan lengkung manis bibir tipismu
Padahal…
Hanya sebuah figura foto dan kau berada di sana

Bukankah aku sudah seperti orang bodoh merinduimu?
Dan
Sajak ini untukmu wahai pemilik lesung pipit di pipi kiri

Aku harap jangan kau akhiri temu lalu pergi (lagi)
Aku ingin kau selalu menemani
Memeluk jika sepi menghampiri
Hingga
Setia menghabiskan sisa coklat pekat dengan perbincangan sangat hangat

Fitri, Januari 2017💐

Iklan

2 Replies to ““SEMISAL💐””

  1. Semisal kamu yg memiliki lesung pipit itu,
    Mungkin bukan syair bertema rindu yg aku buat untuk kamu, hib!
    Tapi syair tentang “jarak” yg membatasi ruang pertemuan kita.
    Yg menjadi perbincangan manis kita saat fajar, senja, hingga malam menjelang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s