“Pelakon Rasa💐”

Tak kan mampu ku bunuh paksa rasa yang kau cipta
Kau libatkan aku dalam sebuah drama
Mencipta skenario tanpa sutradara
Kau laksana aktris yg pandai memaniskan kata

Semua aksara memang bisa kau lakoni begitu saja
Namun sayang, tak semuanya bisa kau terka
Tidakkah kau ingat sesaat
Seulas reka perbuatan semalam yg masih hangat teringat

Semai, sebelum rasa kita layu terbakar mentari
Singgah, sebelum dingin malam membuatnya enyah
Bias, setelah rasa pekat terulas hingga terlibas
Lantas menghapus bait aksara dalam goresan kanvas.

Masih begitu gamblang arsiran luka pada kalbu karna silau akan harapku
Aku hanyalah aku yang bersendu merdu.
Bak angin tak bersanandung
Sepi,
Pekat,
Mencekat,

Aku masihlah aku
Kamu masihlah kamu,
Walau kita saling memeluk
Namun kita saling menusuk
Akan pisau elegi agar lebih merasuk 

Bila bersama akankah hati mati terluka?
Atau hanya sebuah penyesalan untuk perpisahan kita?
Entahlah!

FitriAdeana, Januari 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s