“Lagi💐”

Tersudut, sendiri
Meringkuk, terpuruk
Memeluk luka kian menganga
Air mata terkuras tanpa sisa
Sial, ini hari apa!
 
Munafik seperti apa lagi ini?
Kenapa begitu rapi di jalani?
Tersurat tanpa tersirat
Terluka tanpa tersayat
 
Nona,
Pahit sekali mulutmu terasa
Mengucap tanpa pernah berkaca
 
Tunggulah, Nona
Takdir tak pernah berkata dusta!
 
Berhenti bersandiwara, Nona
 
 
Fitri, Januari 2017

12 tanggapan untuk ““Lagi💐”

  1. ah, nona andai kau paham rasanya racun yang dilapis madu.
    tapi semoga kau tak pernah tahu
    cukuplah aku yang memeluk luka yang kian menganga itu
    dan untukmu nona, tetaplah menari riang bersama kemunafikanmu

    Disukai oleh 2 orang

  2. Nona, tidak cukupkah nona melihat aku berpeluk luka? Nona, munafikmu adalah cermin dirimu, pandangilah, cermatilah …. maka engkau akan terbirit melihat wajahmu sendiri……

    Disukai oleh 3 orang

  3. Nona, cukup sudah sandiwaramu, karena tidak akan hanyut terbawa, lihatlah nona aku mampu memeluk dukaku, aku mampu membalut lukaku, asaku tak akan musnah oleh sandiwaramu…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s