Kau, Tuan๐Ÿ’

โ€‹Aku terjebak, dalam permainan rasa yg di sebut cinta. Menggenggam erat hati, hingga meluruhkan seluruh ego yang telah lama aku tutup. Kian hari rasa itu kian meletup, rasa itu kian kental dan tak bisa aku tangkis.

Kau, yang tanpa ragu meliukkan pena pada hati untuk menggores cerita baru. Yang dengan tanpa dosa pula menanam rasa rindu pada hati yang tengah semi. Dan aku? Jangan tanya aku bisa apa kali ini menghadapi seluruh gejolak dalam hati.

Aku bisa apa, jika seluruh rasa yang kau tanam dalam hati makin lama makin tumbuh dan menjadi? 
Apa yg harusnya aku lakukan, jika seluruh otakku telah kau dominasi akan euforia tentangmu yang tak pernah henti?

Aku kalap seketika, hingga pada akhirnya. Aku yang selalu meminta Tuhan untuk diri kita agar pada nantinya kita bisa melukis dengan kanvas yang sama dan alur yang sama pula.

Kau benar-benar menyadap seluruh rasaku kali ini, hingga aku kelu. Kaku, tak mampu mengucap sepatah dua patah kata. Kau yang membuatku gelisah, dilema tanpa kata. Sikapmu senyummu dan seluruhnya tentangmu mampu mencipta lengkung tipis di bibir tanpa ada alasan selain kau.

Dan kali ini, aku mulai mengenal sebagian dari seluruhnya tentangmu. Masa lalu, hidupmu, dan seluruhny tentangmu. Ini step ke berapa? Aku lupa. Yang aku tahu, tiga kali senja telah kita habiskan bersama, dengan hujan, dengan kopi jus dan kue, dan dengan angin ditempat di mana kita berdua bisa saling mengerti dan mengobati seluruh rindu yang riuh menagih temu.

Kau, Tuan.๐Ÿ’

Fitri, Februari 2017

Iklan

8 Replies to “Kau, Tuan๐Ÿ’”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s