Rindu (lagi) Tuan💐

​Sebelum fajar berbondong datang membawa mentari dan segala sahabatnya, kita pernah terombang ambing rindu dan hanya bisa mengucap lewat pesan yang di tuliskan di layar handphone.

Kita juga pernah, memadatkan cerita saat akan tertidur kala malam datang menyergah tubuh lelah. Padahal diri kita sudah tak sanggup melawan namun rindu kita terus menagih akan kebersamaan meski hanya lewat layar handphone.

Lihatlah, kasih. Betapa hati ini telah lebam di pukul sang rindu yang tak pernah mau tahu? ‘Ntah pagi, siang, atau malam.

Pahamkah kau kasih. Jika aku tak bisa mendustai perihal rindu ini. Perihal sang rindu yang selalu mengoyak kalbu. Hingga rasaku mati surii seketika, jika fikiranku teramat sangat kental tentangmu membayang.

Ah … rindu lagi. Kenapa dia selalu menjadi topik termanis kala dua insan terpisah jarak? Ataukah ini sebuah jalan cerita dari sebuah cinta yang tercipta? ‘Ntahlah … sepagi ini saja rinduku sudah tak mau di tahan.

Berbaik hatilah rindu, biarkan sang waktu menjawab semua lelahmu saat menunggu.

Fitri, Februari 2017

Iklan

6 Replies to “Rindu (lagi) Tuan💐”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s