Sepucuk Surat Per(ia)empuan💐

Pagi mengetuk daun pintu berulang
Gelas, piring melagu berdendang
Bercerita
Perihal perempuan yang menuang kesibukan
Beradu dengan dapur dan perapian

Padamu perempuan,
Yang terlahir dari tulang rusuk pria
Sebagi pelengkap kekurangan
Dan menjaga hati penuh cinta
Bukankah sudah sepantasnya; aku engkau jaga sepenuh jiwa
Agar mampu menghadapi setiap bahtera
Namun terkadang, 
Dunia terik kasar akan kelembutan
Mengancam …
Menindas …
Menyakiti …
Dan melukai …
Tanpa punya nurani

Ini tentang perempuan
Yang di pikir hanya pandai berdandan
Ini tentang wanita
Yang di pikir hanya pandai bercinta
Padahal …
Kita terlahir untuk saling menggenggam
Untuk melahirkan generasi penerus dunia
Bukan menyoal berdandan atau bercinta
Emansipasi juga mengharuskan wanita
Bekerja membantu pria; melengkapi kebutuhan keluarga

Lalu …
Apa yang kalian sebut perempuan?
Jika hadirnya selalu di hiraukan
Apa yang di sebut wanita?
Jika hanya untuk teman tidur belaka

FiAksaRa, 8 Maret 2017
#International Woman’s Day#

Iklan

2 Replies to “Sepucuk Surat Per(ia)empuan💐”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s