Kita Sempat, Kita Pernah💐

/1/
Diri ini tiba-tiba melupa,
Bagaimana rasa sempat lekat tertambat pada seseorang, hingga tak lekang asmanya menjadi jamuan setiap bermunajat.

/2/
Diri ini tiba-tiba melupa,
Jika kita pernah tertawa ketika membahas rindu yang unik setelah pertemuan setiap senja.

/3/
Diri ini tiba-tiba melupa,
Perbincangan masa depan sempat kita tulis bersama di atas kertas samar, tanpa materai untuk mengikat.

/4/
Diri ini tiba-tiba melupa,
Bagaimana mataku dan matamu bertemu di titik yang sama, hingga kita tak pernah bisa menyembunyikan rasa besar yang ada dalam dada.

Kita pernah
Kita sempat
Kita …
Aku 
Dan
Kamu
Pernah sedekat nandi
Sempat saling menyayangi
Dan sudah pernah, sempat mencintai

/5/
Aku hanya pura-pura amnesia
Untuk membunuh segala rasa yang ada
Karena aku tak ingin
Rindu ini semakin dingin
Menyelinap di antara rasa semakin mengendap
Hingga beku, membisu rasa dalam kalbu

/6/
Kamu tak perlu tahu
Apalagi sok tahu
Aku cukup pandai menyembunyikan kehilanganku
Aku cukup pandai menyembunyikan kesedihanku
Karena itu
Jangan tampakkan mukamu (lagi) di depanku
Jika kamu tak ingin lukaku semakin memar karenamu
Biarkan rasaku meluruh secara perlahan
Tanpa kamu ikut campur tangan

-V; 2017-

Iklan

14 Replies to “Kita Sempat, Kita Pernah💐”

  1. Aku adalah tongkat untukmu,..
    setelah kau pandai berjalan maka kau lupakan segalanya,..
    Aku Bahagia Mengenalmu sebab karenamu kedewasaanku melebihi semesta,
    Bukan Untukmu tapi setelahmu
    #Yahhhhh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s