Kukenal Lewat Angin

Hembusan manampar seluruh hampa dalam khayalan. Kepingan harap mulai bertabur dalam tiap hembus sang angin.

Serupa dandelion; terbang tertiup bayu
Membawa secarik pesan untukmu
Tentang kita dan angin senja
Yang berbisik menggelitik diantara daun waru dan akasia

Kepakan daun-daun menjadi irama dimalam yang enggan menjadi pagi
Sebuah bayang tak kukenal merasuk dalam hati
Dia kah peri malam yang menampakkan diri pada temaram jiwa yang mulai sepi?

Aku mulai gusar
Mengartikan apa-apa yang aku rasa sebenarnya
Dia datang tanpa aba-aba
Serupa angin di gurun sahara

Angin … jika pun bayang yang kau selipkan pada khayalku hanyalah luka
Maka. biarkan dia bersemayam walau hanya sekedipan mata
Namun …
Jika itu nyata adanya
Maka biarkan rasaku meluruh bersama rasanya

Aku tak menampik
Karena aku inginkan dia
Peri bergincu merona dengan hiasan mahkota dirambut panjanganya

Kau … yang kukenal lewat angin
Dalam bahasa bisu menembus ruang yang lama berdebu
Bertahtala disini … dalam hati yang hampir lupa disapa rasa serupa

Dengarlah peri malam; ruang gulitaku kini telah terang dengan hadirmu. Kau membuatku gila; walau hanya angin senja menyapaku dengan lembutnya.
Tetaplah tinggal di sini, di dalam hati ini. Karena tentangmu sudah aku patri sejak hari ini.

Putra & Fitri Maret ’17

Iklan

16 thoughts on “Kukenal Lewat Angin”

    1. Angin itu halus memilin
      Meliuk di antara gresangnya hati akan pengharapkan yang kian memudar
      Aku hanyalah bunga dandelion yang di terpa angin
      Terbang tinggi tanpa arah tanpa apa-apa yabg ingin-ingin aku tuntaskan
      Jadi …
      Serupa apakah aku di mata indamu?

      Suka

      1. Setiap bunga tercipta itu indah
        Semerbak bau wangi angin membawa diri
        Mengapa harus ditanya wahai dinda bunga melati
        Jangan dekat bunga bangkai
        Angin akan membawamu ke taman ngeri
        Angin selalu mengirim bunga mewangi
        Dinda melati tak perlu risau hati
        Yakinlah bahwa dinda melati wangi

        Suka

      2. Aku tak punya banyak pengharap untuk diri yang meratap
        Aku tak seperti bunga melati, Tuan
        Aku bukan pula bunga mawar
        Jangan dekati aku jika kau hanya serupa kumbang itu
        Datang lalu terbang
        Biarkan aku serupa bunga bangkai
        Biar aku serupa itu
        Agar tak banyak kumbang datang membawa harap
        Lalu pergi dengan sekejap

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s