Rindu Yang Janggal

Karena luka yang tertinggal pada sebaknya rindu, tak bisa dikalahkan apapun selain temu.
__________________________________

Sepindah,
   Dalam gamang hati yang tak pernah lelah memanggil asmamu pada malam pekat. Kuuntai kembali pedihnya menelan luka karena rindu yang semakin menderu. Aku tahu … aku paham, rindu adalah hiasan krisan pada jarak yang memisahkan. Tapi … bagaimana jika aku rindu namun aku merasa janggal?

Kedua,
   Aku adalah kapal perindu dan kamu adalah dermaga temu, yang di sana kapalku akan tertambat kuat dengan jangkar yang kekar. Di sana pula, rinduku yang berbuku mampu hilang dalam sekedipan netra. Iya … netra yang mengisyaratkan kasih tanpa pamrih; dan itu milikmu.

Telu,
   Seperangkat aku, telah lenyap pada remukan-remukan dinding yang runtuh karena terjatuh berulang kali. Kamu adalah luka namun kau juga rindu yang bisu karena waktu. Sekali … dua kali … bahkan berkali-kali, aku selalu mengetuk pintu rumahmu agar berbunyi, demi mempertanggung jawabkan rinduku yang tak pernah mati.

Empat,
   Sebisa apa aku meninggalkanmu?
  Semampu apa aku melenyapkan segala rasa rindu?
 Aku tak pernah mampu,
Apalagi tentangmu selalu menghias di langit senjaku.

Limo,
   Selagi aku masih bisa melihat paras piasmu, aku bukanlah orang yang merindu angan dan bayangan.
   Selagi aku masih bisa memanggilmu, aku yakini juga bila aku bukanlah punguk yang merindukan bulan.
   Aku hanya rupa, yang mungkin sengaja di kutuk Tuhan untuk menjadi perindumu setiap langkah kakiku.
   Atau mungkin, Tuhan memiliki rencana lain untuk kita meski rasa tak lagi bertahta.

Enam,
   Kini aku sadari, rindu ini janggal; karena hanya aku yang merasakan. Tanpa kamu yang dengan sigap menggegam tangan untuk menghangatkan bahkan menyediakan bahu untukku bersandar. Kita tak lagi seperti beberapa hari bahkan bulan yang lalu. Kita kini hanyalah makhluk asing yang sempat di satukan karena saat itu takdir tak berjalan sesuai ketentuan.

Iklan

4 Replies to “Rindu Yang Janggal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s