Wanito; Wani Ditoto(Wanita; Berani Ditata)

Senyum tersungging menyebul di antara gurat wajah nan ayu, semerbak wangi bunga-bunga menyeruak menghantam serabut saraf pembau. Kodrat alam telah menyumpah diriya menjadi wanita seutuhnya, anggun sikap juga halus dalam mengucap.

Wanita …
Mereka yang setiap hari berpeluh-peluh membuatmu bahagia
meski dengan cara sederhana
Mereka yang bangga menyebut namamu lewat doa-doa
di setiap pertemuannya dengan Tuhan

Wanita; berani di tata
Bukan karena wanita tak beretika
Bukan pula karena wanita tak memiliki rasa bersahaja
Tapi karena kaum hawa memiliki estetika
yang sangat peka akan kasih dan sayang dari sekelilingnya

Emansipasi telah gencar di pelosok negri,
Mengabukan segala kemungkinan bahwa wanita bukan di tata namun menata
Tapi kembali lagi …
Kodrat alam tak pernah bisa dibuat alasan,
wanita tetaplah dia yang mau di tata
Tetaplah dia yang berpegang teguh pada pria yang menjadi imam atau pemimpinnya
Sejak janji suci terlontar di depan penghulu dan orangtua

Namun terkadang,
Sikap berkuasa membuat pria buta mata
Menyakiti, menyiksa
tanpa punya belas rasa
Lantas …
Melukai tanpa ingat dosa

Pria,
Kodrat alam memang menjadikannya orang berkuasa: menuntun, melindungi, dan menjaga wanitanya. Mendsikripsikan segala arti cinta tanpa menyiksa. Mendiskripsikan segala arti sayang tanpa mengancam.

Wanita hanya butuh pengakuan
Di tata untuk sebuah tujuan
Bukan ajang pemerkosaan
_________________
AKSARAmadhani
#Happy Kartini’s Day

Iklan

13 thoughts on “Wanito; Wani Ditoto(Wanita; Berani Ditata)”

  1. Jgn jadi objek penataan, Mba. Setidaknya, wanita berhak menata dirinya sendiri tanpa harus menunggu lelaki yang menatanya. Hidup setiap orang adalah tanggungjawab masing-masing. Dan itu berdampak pada konsekuensinya masing-masing juga. 😊😊😊

    Disukai oleh 1 orang

    1. Bukan mas,
      Tapi karena memang sudah hakikat wanita seperti itu. Setinggi apapun jabatan bahkan walaupun dia sudah bisa menata. Pada hakikatnya wanita jika kembali ke keluarga adalah mau di tata suaminya.

      Suka

      1. setau saya, akar “perempuan” dari bahasa Sansekerta artinya makhluk mulia/berilmu tinggi. sementara “wanita”: wani ditata — ada bias dan sisa-sisa belenggu feodal-patriarkis di sana.

        ah tapi, nggak ada terminologi kata yg lebih tinggi ketimbang kata lainnya. semuanya balik ke maksud dan tujuan pemakaiannya aja. “wanita” mengalami ameliorasi di KBBI.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s