Rindu di Ujung Pena

pagi ini penaku ingin berbagi cerita

dari isi kepalaku yang membuat nelangsa

kali ini …

aku rindu pada sorot matanya

aku rindu pada wangi tubuhnya

aku rindu pada hembusan nafasnya

dan seketika aku rindu pada senyum di bawah kumis tipisnya

debar dadaku semakin tak menentu

seiring rindu yang terus memacu dan menyita seluruh perhatianku

bisakah sekejap saja kita menuntaskan temu

demi hutang rindu yang harusnya di bayar lunas dan tuntas

aku tak ingin kali ini mati karena merinduimu; itu bukanlah kelucuan yang mesti kita tertawakan, bukan?

mengertilah …

rinduku sudah pada tahap keterlaluan

dan aku tak bisa mengendalikan

kau paham ini membuatku tak tenang

dan aku benci menuliskan kerinduan yang semakin berguncang

mematikan

menelangsakan

: karena rinduku tak butuh kata manismu, atau foto dari figura ponselku. 
Rinduku butuh kamu, pelukmu, dan seluruhnya tentang dirimu.

–AKSARAmadhani.

2 tanggapan untuk “Rindu di Ujung Pena

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s