SEBAB AKU TERSIKSA KARENANYA

Begini …
Aku ingin berlari sejauh mentari tumbang, mengemas beberapa temu yang justru menjadi bomerang. Atau bahkan kembali pulang pada pelukanpelukan terhangat dan atau bahu yang masih mau menerima isi kepalaku tanpa merasa aku membuatnya lebih terbebani.

Misalnya saja seperti ini, aku hilang dan tak mampu kembali di temukan. Apakah semestamu juga merasa hilang dan terguncang? Kita bukan bocah kemarin sore yang baru belajar jatuh cinta bukan? Kita sudah berada pada titik kedewasaan yang memaksa kita menjadi manusia seutuhnya manusia, bukan lagi anak kecil ingusan yang tak malu pakai sempak dan baju dalam kemanamana.

Sebetulnya, rasa sayang dan cinta tak pernah bisa di salahkan perihal apapun. Akupun juga tak pernah menyalahkan sesiapa dari kamu, kalian atau mereka untuk menjatuhkan rasa sayang dan cintanya kepadaku. Namun … diantara kebebasankebebasan tanpa batas tersebut. Kita selalu punya kebijakan untuk memutuskan dan memantaskan, kepada siapa kapal akan berlabuh.

Duniaku terasa diobrakabrik oleh beberapa sapa hangat yang selalu aku pikir biasa. Duniaku hancur oleh beberapa senyum yang aku rasa tak bermakna namun amat sangat di maknai oleh mereka.

Jika kau bertanya apakah aku terluka? Aku akan menjawab lantang dengan mantap bahwa di antara bahagiamu menunjukkan rasa sayang yang bertubi itu, disini ada segumpal darah yang sudah mendidih dan siap meletup jika sekali lagi terkena sentilan.

Dan aku ingin dirinya menyadari dengan segera, jika cinta, sayang dan obsesi itu beda tipis. Hanya saja kita sama memaknai. Jika kau masih saja bertanya aku kenapa, ingatlah. Aku baikbaik saja, hanya hati, rasa dan duniaku yang berangsur berubah. Mungkin berbenah atau mungkin mulai menyerah dengan diriku yang kini entah.

–AKSARAmadhani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s