Biarkan Dalam Harapan

1.
Pelukan kita retak. Jantung kita terlonjak. Dan sewaktu yang menderu menyirat hasrat pekat lewat sesapan dingin menyayat.

2.
Degup dada kita berkelana. Siapa penabur bunga senja yang tega memberi duri kepada wanita?

3.
Batang rokok yang telah bertemu asbak, atau cerita yang kini menjadi bualan malam. Merutuki setiap sendi kerinduan yang hanya tinggal kenangan.

4.
Kita telah hanyut pada beberapa harap yang mati sebelum fajar mengembang. Dan pada runtuhnya percaya yang hilang begitu saja, kutemukan asma kita berpelukan mesra tak mau lepas.

5.
Rindu telah berpamit pulang, bersama rasa yang kian menghambar, menghambur tak tentu arah dan panah.

6.
Sediakah kiranya kita melupa–ingat dan rasa. Sembari mengucap selamat jalan perlahan sebelum jantung kembali ingin menyatukan.

7. Apakah perlu aku mati dulu agar kau paham aku ini menyayangimu?

8.
Dentuman pagi kembali menyapa, menyalakan lilin pada remang hati yang dihiasi setalakit dan setalakmit rindu dan kehampaan.

9.
Sebelum pada akhirnya hilang dan melupakan. Baiknya kita berpelukan, anggap saja yang terakhir dan tak akan terulang.

10.
Atau mungkin, masih dalam sebuah harapan?

–AKSARAmadhani.

4 tanggapan untuk “Biarkan Dalam Harapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s