Pada Ujung Kenyataan Kehidupan

Terkubur kebisuan di relung kemahaan sebelum gelak tawa mengudara bersama bising knalpot sepeda butut jalan beraspal. Kusebut rapuh pada ranting pohon cemara, menghilangkan satu persatu burung bernyanyi setiap pagi. Liku hidup selalu berujung pada kenestapaan yang menjajikan kenyamanan setelahnya. Tapi aku, berkubang pada kesenduan yang melulu menguap pada dinding-dinding kehampaan. Kau tahu, aku telah menempuh laku sejauh matahari terbenam. Dan aku hanya mendapati Tuhan tengah berbincang pada nyawaku yang siap untuk di matikan. Aku terbata mengeja usia yang belum seberapa namun dosa sudah menggunung. Sebenarnya aku malu, tapi aku hanya bisa bersembunyi di balik kerudung penutup kepala–kerudung yang aku katakan akan menjaga martabatku, namun nyatanya hanya pengikut trend agar tak ketinggalan jaman. Mungkin … aku sudah seharusnya mati saja dari pada berjalan dengan dosa yang aku gendong kemana-mana.

Kuayunkan kembali kaki, menapak setapak dalam gelap yang masih saja hebat menjadi penghelat penggawa diri. Aku sudah yakin, tak akan lama lagi. Hanya Tuhan mengulur waktu dan memperpanjang sisa hidupku. Padahal di ujung jalan yang aku lalui kini, jurang neraka telah merekah bagai lahar yang meluap-luap siap melahap. Hanya tinggal menunggu dalam hitungan waktu yang kesekian hingga ceritaku tamat dengan lakon yang aku perankan. Duhai Tuhan Yang Maha Esa, sebelum segalanya aku tinggalkan dan melupakanku sia-sia, sebelum nafas terakhirku kau hentikan dan sebelum nadiku berhenti berdetak bersama laju jantung milikku ini. Berikan aku kesempatan untuk menjadi apa yang sesiapa orang mengenalku inginkan, setidaknya hingga tulisan ini rampung hingga pungkasan.

Jelang rapuh sebelum malam menghujam nadiku yang sudah siap berhenti. Membeberkan sepersatu cerita berdosa yang aku mahakan setiap hari. Yang aku tanyakan pada diriku sendiri kali ini, masihkah pantas aku menyombongkan diri jika setelah mati aku tak pernah di ingat sebagai siapa-siapa kembali? [mati]

–AKSARAmadhani.

3 tanggapan untuk “Pada Ujung Kenyataan Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s