K A N G E N

Malam terus mengeja tentang rasa, sibakkan segala duka pada jenjang kangen yang terlampau parah untuk sekadar diingat dan benar-benar di diamkan dalam hati. Kangenku sudah terlampau sabar menunggudengan bersandar pada daun lontar. Hingga dia terus saja memanggil namamu pada keheningan yang menolak untuk dibawa pulang. Sekejap pada malam ini, tidakkah kau kasian melihat kesengsaraanku? Tidakkah kau pahami jika aku tak bisa memejamka mata malam ini? Lihat dan pahamilah kasih jika kangen telah melucuti satu persatu bagian tubuhku hingga rapi. Dan aku tak punya upaya menghindar dari ini. Cepatlah kembali kasih, kangenku sudah tak terbendung lagi.

–AKSARAmadhani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s