PENDAR DUKA; SEMESTA BERCERITA

Dekaplah harap didetik runtuhan karang terkoyak ombak lautan. Rasakan hantaman bertubi datang mencakar sadar, meluluh lantahkan derai kedukaan yang menganak sungai di hati paling inti. Dengarkah kau pada bisikan pesakitan di dada, risau yang tak berkesudahan, mendamba yang tak pantas di damba, menunggu yang tak pernah tahu, mengharap yang tak pernah mau didekap.

Sedalam kesal, sedangkal sesal jatuh di belakang catatan cerita kucal. Manis hanyalah cecap pada madurasa beracun, mematikan, merusak ingat yang belum sempat tersirat. Diujung sempit decit kerikil yang terus terhimpit, bagai pendar pucuk pengharapan yang kian mengudara. Sederet musik semesta melagu digendang telinga. Menyurat isi hati yang hebat terjerat sumpah bernanah penuh darah.

Detik yang bergerilya di palung jantung paling ujung, menerka rekahan luka yang hanya akan berpangkal pada duka. Merampas, mengemas, menebas segala indah yang hanya sebuah ucap tanpa sikap.

Sedangkan kali ini, di damba kearifan semesta yang mengeja rupa senjakala. Kuhadirkan kembali manifestasi rasa yang mengalun bagai gita gitar tua. Semerbak lagunya mengitari, menyudahi segala bentuk nestapa dan derai air mata. Kusam dan lebam, merusak hingga menggegam dengan geram. Kusudahi luka yang tiada kira, kupeluk semesta yang terus menawarkan cinta tanpa takut celaka. Rapuh … peluk aku dalam peluh, sudahi duka, kembali mengudara, semesta mengucap bahagia.

–AKSARAmadhani.

2 tanggapan untuk “PENDAR DUKA; SEMESTA BERCERITA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s