Aroma Elegi Pagi

Saya berjalan menyusuri pagi dengan embun kerinduan yang terus berloncatan di kepala, kaki dan juga saku celana. Saya merasakan pelukanmu di antara geliat dedaun mencari secercah cahaya mentari. Terkesima akan sederet lagu alam, melucuti melodi merdu rindu tanpa perantara. Tersebutlah saya diantara langkah menuju mentari. Melewati sekalimat tertahan di tenggorokan tanpa mampu dilukiskan kenyataan. Dirimu, masih jauhkah jarak serta kenyataan yang menahan diri kita untuk saling memeluk, pada kenyataan cinta terkutuk!

–AKSARAmadhani.

2 tanggapan untuk “Aroma Elegi Pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s