BERZIARAH KE KOTA KENANGAN

Aku ingin berteriak di tengah keheningan debar. Menyipitkan mata, membengiskan sikap, mengobrak-abrik runtuhan sakit dan luka pada detik deru kereta merajam relnya. Setara dengan itu, aku telah tersungkur di atas bebatuan yang membias ratusan kerikil, menjemput selaksa derita namun tiada obat yang pasti selain harapan kosong melompong.

Dan disana, di atas ratusan injakan luka. Aku … menyebutnya peristiwa, bahwa sempat ada tempat paling indah yang aku pikir mampu membuat seluruh hidupku tertambat. Namun akhirnya jangkar kembali di angkat dan kita berlabuh ke masing-masing pulau pengasingan.

Kota ini bisu akan segala cerita lantas membiarkan beberapa ratus ucap kata cinta remuk, remuk, hancur dan … tiada tersisa. Pada jam ini, aku mengingatmu dengan mudah, setelah embusan angin menerpa ingatan yang menguap, membawa rentetan kisah dimana ditempat ini kita menuliskannya penuh irama. Aku telah bersusah payah meleburkan kisah masa silam namun kenangan selalu dengan mudah mengucap janji serapah untuk kembali menjumpa.

Tersebutlah aku yang tak pernah mampu melangkah menjauh. Melupakanmu, membiarkan segala tentang kita hilang dengan sia-sia. Mungkin aku salah, menceritakanmu pada semesta yang sudah jelas kau tak akan pernah kembali membalas. Tapi … sudah, aku percaya saja bahwa tiada hal yang sia-sia walaupun itu mengingat hal menyakitkan.

Sekali lagi,
Aku berziarah ditempat dimana kenangan kita terkubur disana, tiada yang tersisa selain krisan bunga mawar, melati dan beberpa ratus tetes air mata yang kering di tengah tanah tandus. Kakiku terpaku, ingatanku terus saja silih berganti mengganti slide demi slide kisah-kisah, dan aku hanya bisa terdiam tanpa banyak berkata. Mungkinah, jika suatu ketika kau menyambangi kota di mana cerita kita terkubur, apakah ingatan-ingatanmu tentang aku juga akan mengudara dan disaat yang sama, dengan penuh kedukaan kau menaburinya dengan bunga dan air mata seperti yang aku lakukan? Mungkinkah?

–AKSARAmadhani.

: Ditengah keramaian, aku adalah kebisuan yang semesta cipta setelah mulutku tersumpal kenyataan, jika yang dulu ada kini telah tiada dan pergi dengan siasia.{}

4 tanggapan untuk “BERZIARAH KE KOTA KENANGAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s