TIDAK ADA SENJA HARI INI

1/
Hari ini langit berparas muram. Menggegam asam garam serupa merah marah namun tiada yang bisa dikata, hanya rintik berjatuhan. Aku mengamati senyumu di balik retakan sayap Eros yang merasa berdosa mempertemukan kita. Meminjam segala bentuk ucapan menyakitkan untuk mengutuk segala pertemuan.

Aku tergetar, langit menggelegar. Dengan ritme sepersekian, mematahkan senja dan jingga yang datang menyempurnakan cerita. Tiada sapa manis hari ini, sebab di hapuskannya kemanisan dengan kemuraman kepada langit. Sumpah yang mendarah daging di gempur keegoisan dan indivisualis. Segala bentuk janji hanyalah angan tanpa ingin, hanyalah presepsi yang seenaknya berpraduga tanpa mau mempertanggung jawabkan.

2/
Tiada senja hari ini, sebab dihapuskannya satu persatu indahnya, dan di kemasnya menjadi bingkisan tanpa sampul. Mungkin senja akan dihilangkan, mungkin juga akan di remukkan. Senja yang berbisik kemarin, hari ini terdiam dengan bisu juga dendam. Senja yang kemrin berencana hari ini diam seribu bahasa.

Tidak ada senja hari ini. Dipatahkannya hati yang mencinta, dutusukkannya luka yang begitu dalam. Hingga segala yang sudah di rencana dibiarkan membusuk dengan belatung menggerogoti. Mungkin jingga akan menyempurnakan perpisahan, membisukan kekata, melupakan janji dan menepikan hujan di pipi.

3/
Aku melihatmu dari kejauahan. Menangis sendu dibalik jingga menyapa. Menangisi perpisahan kita? Terlambat! Aku sudah berhenti menitihkan air mata semenjak kita menjadi kata-kata. Aku merelakan segalanya yang telah menjadi kenangan. Termasuk hilangmu dari kenyataan.

Aku dulu juga demikian, menangisimu dalam bisu. Pada malam kesepian, pada jingga yang berpamit pulang, dan pada fajar tanpa matahari datang. Apakah sekarang giliranmu merutuki nasibmu atau kita? Tak mengapa, penyesalan selalu datang setelah segalanya berakhir.

Ingatlah, aku pernah sedemikan terlukanya. Terlebih menggegam ketidakmungkinan dengan sendirian. Mengharapmu dengan derai air mata, menyemogakan cinta yang sudah tak pantas di jaga. Dan kali ini giliranmu!

4/
Lihatlah sayang, lihatlah jingga yang hari ini tiada menyapa. Hanya harapmu mengudara yang siap meluncurkan air mata. Namun segala kata dengan dalih pisah, adalah cara yang mudah dikatakan. Mungkin kau dulu berbahagia. Tapi lihatlah sekarang. Kau mengutuk senja? Kau mengutuk Eros? Siapa lagi yang kau kutuk? Bahkan tawaku masih bisu di kerongkongan melihat segala caramu mengucap penyesalan.

5/
Hari ini biarkan saja senja bermuram durja, biarkan senja mengembalikan cerita manisnya kepada kita. Di tengah kota, dibukit berbunga, di kedai cokelat, di setiap persimpangan kenangan. Biarkan senja menyimpan segala dengan caranya. Tak usah kau menangisi penyesalan atas nama pisah.

Sebab, detik yang menggema di telinga. Detak yang berbisik dan menyapa. Adalah obat penyembuh luka dan duka asalkan kau mengikhlas dengan melepas tanpa mau kembali mengemas.{}

–AKSARAmadhani.

51 tanggapan untuk “TIDAK ADA SENJA HARI INI

      1. saya juga benci. tapii lebih tepatnya bukan benci si, bosan. hehhe. saya belum siap menjadi dewasa๐Ÿ˜‚ banyak probelmatika yang kadang tak bisa di pikir dengan logika. tapi nikmati ajalah, proses๐Ÿ˜‡

        Disukai oleh 2 orang

      1. gimana yaa๐Ÿ˜‚ saya ndak bisa kasih kiat” khusus kak. soalnya saya nulis ikuti niat, kalau niat nulis ya nulis kalau enggak yaudah. soalnya kalau ada keinginan tapi gak ada niat kan sama aja, ndak bisa jalan. nulis bukan sebuah paksaan, nulis itu seni yang datangnya dari hati. inspirasi ada semangat ada niatnya gak ada, kan juga sama aja. hehehe
        setauku sii gitu kak.

        Suka

      2. Ea juga seh,segala sesuatu harus diawali dengan niat.. berarti kalau ga bakat menulis tp punya niat yang kuat dan mau belajar trus membiasakan diri menulis.. dan membaca buku dll.. apalagi berteman ama penulis ntar bisa dikit2 menulis. Begitu ya dek?

        Suka

      3. sipp bener sekali. tumbuhkan niat terlebih dahulu. tanamkan beberapa hal untuk menguatkan niat tersebut termasuk “kenapa to saya menulis” nahh dari situ kita akan terbiasa menulis, dan insyaAllah semakin baik cara kita menulis. Semua melalui proses kak๐Ÿ˜‡ tidak ada yang instan untuk mencapai sebuah keindahan.

        Suka

      4. Terimakasih dek,atas sharing n masukan nya.. serta atas waktunya.. ini sangat memotivasi saya.. dah lama ga ngeblog.. paling cuma coret2 lwt fb n twtr.. selamat berkarya… salam literasi.

        Suka

  1. Perihal mengikhlaskan aku sudah sangat ihklas tapi aku sendiri pun tak tau saat sehabis senja dan saat gelap nya malam mulai datang aku merasakan kenangan-kenangan bersamamu mendobrak masuk dalam langit-langit pikiranku. mengobrak abrik alam bawah sadar ku. :v :v :v :v

    nice kak ๐Ÿ™‚ sukses selalu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s