RINDU YANG KEMBALI PULANG

Telah pergi namun datang kembali. Kisah yang telah mati kini hidup kembali. Telah bersemi rindu-rindu yang masih betah bertempat tinggal dalam hati. Menerawang jauh ketempat muasal rindu abadi akan kembali berpulang. Bulan ini, kasih terjebak kembali, bermekaran kusuma bagai musim penghujan yang datang membasuh dahaganya tanaman-tanaman di ladang. Bersama rintik menyemai benih tanaman, di hati telah tersemai pula kasih-kasih yang dulu hilang kini siap kembali berkisah.

Diantara gelisahnya hati yang menunggu-nunggu akan rindu untuk temu, diantara sorak sorai kebahagian-kebahagian, bersimpuh sudah ditempat paling abadi cinta datang dan bersemi. Aku mengeja-eja namamu, mencari tahu tentang kamu, kita atau rindu yang telah di bungkus pada bulan ini.

Sudah berkasih, sudah berkisah dan sudah kembali kasih yang sempat hilang. Sudah kembali kisah yang sempat berhamburan. Sudah … sudah kembali rindu yang sempat hilang dari perasaan. Sudah kembali tubuh yang sempat hilang dari pelukan. Dan telah sembuh pula luka yang dulu sempat menganga.

Abadi … abadilah kamu dalam doa-doa panjangku. Jangan … jangan pergi dan mati meninggalkan kesendirian-kesendiran yang tak bertepi. Biar … biarkan saja kasih kembali berkasih-kasih. Sebab tempat pulangmu tetaplah disini, jangan menghilang lagi untuk sebuah alasan yang tak pernah pasti.

-AKSARAmadhani.

9 tanggapan untuk “RINDU YANG KEMBALI PULANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s