SEJAUH APA KAMU BERPROSES?

Kita pernah terseok-seok, terjatuh, bahkan terluka hanya untuk sebuah hal yaitu cita-cita. Kita pernah di cibir orang, merendahkan diri kita di bagian paling rendah dalam kehidupan hanya untuk sebuah hal yaitu cita-cita, harapan, dan keinginan. Manusia, adalah makhluk paling sempurna dari segala bentuk makhluk yang Tuhan cipta, mereka di beri akal, di beri nalar dan di beri kelengkapan dalam diri supaya mereka berusaha. Mungkin benar, mencapai kesuksesan harus mengalami fase terseok, terluka, terjatuh, terbentur dan hal lainnya, namun sadarilah justru dari hal-hal demikian manusia bisa menjadi apa yang sebetulnya mereka ingin.

Pembentukan karakter, watak, sifat dimulai dari hal sederhana yaitu keterpurukan, sebab dari hal tersebut manusia akan berfikir lebih jauh dan matang untuk hidupnya. Sederhananya, segala hal terjadi untuk pembelajaran, masalah hasil akhir ituu pasrahkan, bukankah Tuhan lebih melihat prosesnya dari pada hasilnya? Ada istilah yang mengatakan “proses tidak akan menghianati hasil” itulah mengapa dalam berusaha mewujudkan cita-cita kita di harap memaksimalkan kemampuan, sebab proses yang baik akan memberi hasil yang baik pula. Proses tak hanya sekadar berlatih, tak hanya sekadar mengikuti peraturan dan kiat-kiat tapi dalam sebuah proes ada juga doa, doa yang kita panjatakan, doa yang selalu kita ulang, restu orang tua dan keinginan diri pribadi tentunya.

Pernahkah kita rasanya ingin menyerah ketika sudah melampaui batas titik di mana kita tinggal berjalan satu langkah lagi namun memilih mundur? Pernah pasti, kenapa demikian? Sebab niat yang kita bangun dari awal tidak kokoh, ibarat rumah niat adalah fondasi, dan kita adalah rumah tersebut, fondasi akan menentukan bentuk rumah tersebut seperti apa. Lantas kembali ke diri kita, apakah sudah sekuat itu niat yang kita bentuk untuk mencapai sebuah cita? Apakah kita benar yakin bahwa akan berhasil? Sudah seberapa jauh kita berproses? Sudahkah kita melibatkan Tuhan dalam setiap urusan?

Jangan berjalan jauh-jauh terlebih dahulu, kita belum selesai bercakap-cakap dengan diri. Lebih baik kita bertanya lebih jauh lagi tentang ini, dan kumpulkan kembali pertanyaan untuk mengikis keraguan. Lalu tengok kembali kebelakang, bukan untuk mengingatkan apapun, hanya agar kita mengerti jika sudah sejauh ini kita melangkah untuk sebuah cita dan hanya tinggal beberapa langkah untuk menggapai cita tersebut.

“Hay niat, tetaplah kokoh menjadi fondasi. Jangan goyah dihujat lambe turah dan kegagalan lainnya.”

-AKSARAmadhani.

4 tanggapan untuk “SEJAUH APA KAMU BERPROSES?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s