KEKASIH

Mencium kelopak kedewasaan

Pagi adalah tempat kesibukan membangunkan kau dari mimpi indah semalam, dia seperti mengetuk-ngetuk kepala kau dengan segala tanggung jawab yang tunggang langgang datang untuk segera di rampungkan.

Siang adalah tempat kepenatan menjadi utuh di batok kepala, dia datang dengan segala resah yang terus mengendap-endap. Jangan bertanya mengenai tanggung jawab sebab dia datang dan menghantam lebih dahsyat dari pagi tadi.

Senja adalah tempat kau menikmati indahnya senyum kekasih kau yang sudah seminggu kau lupakan, dari balik jingga di cakrawala dia seperti menemani langkah kau pulang. Dan kau akan mendapat spirit yang lebih besar ketika melihatnya di sana meski hanya membayangkan.

Malam, adakalanya di datang dengan beberapa kewajiban dan adakalanya dia datang sendirian. Menyepikanmu dalam lelah seharian setelah mendapati dokumen yang kamu kerjakan beberpa hari berakhir di tong sampah, atau masih saja di bakar habis di otak atasan.

Mungkin kau akan merasakannya berulang kali di hajar kesibukan, di hantam lelah seharian dan malam hanyalah tempat mempersiapkan diri untuk menyambut tanggung jawab yang esok harus dipenuhi kembali. Terkadang mata panda kau lupa caranya menutup mata. Terkadang kewajiban masih mengetuk-ngetuk kepala meminta segera di sambut datangnya. Dan mungkin juga kau hanya akan tertidur di atas tumpukan kertas-kertas kerjaan yang esok harus kamu beri tanda tangan atasan.

Kalaulah saja angka pada kalender tak pernah sebegitu cepat naik dan kesmpatan untuk mencicipi menjadi anak-anak tak secepat ini hilang, mungkin kau lebih memilih menghabiskan waktu menjadi bocah dengan berbagai hal menyenangkan, tanpa berfikir setiap kewajiban harus di rampungkan dengan segera. Tanpa berfikir kehilangan atas kebahagiaan pula.

Dewasa, kenyataan keadaan yang mau dan tidak mau harus kau terima dengan lapang dada. Beberapa hal harus mau kau pikul sendirian, beberapa hal harus bisa kau tuntaskan sendirian. Menjadi dewasa dengan keadaan yang terkadang membosankan, waktu habis untuk kegiatan kampus dan pekerjaan hingga mungkin lupa caranya makan dan nongkrong sama teman-teman.

Apakah kali ini kau menderita?
Apakah semua menurut kau berjalan dengan cepat?

Waktu adalah jalan yang akan kau lewati sekali, dan hari adalah kendaraan yang hanya mampu kau pakai sehari untuk berjalan di atas waktu. Dewasa adalah kemisteriusan dan terkadang membuat kau ingin menyudahi segala hal, namun tidak demikian.

Kau harus bisa bersikap lebih meyakinkan untuk masa depan kau yang masih di rahasiakan Tuhan.

-AKSARAmadhani.

Satu tanggapan untuk “KEKASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s