KEKASIH

Selamat malam kekasih,

Aku sedang merebahkan lelahku di atas ranjang malam ini. Baru saja lelahku tersungkur setelah seharian di hajar banalitas dan keramaian jalan yang tak henti-hentinya merebut perhatian aku dari kamu.

Apa kabar kamu hari ini kekasih?

Maaf, aku sedang memperjuangkan masa depan kita. Kamu tahu bukan aku ini anak kerja, yang kadang waktu untuk kekasih rela di bagi dengan tumpukan kertas-kertas dan dokumen.

Aku tahu kamu juga demikian, jadi kali ini kita impas bukan?

Minggu ini. Mungkin waktu berbagi pesan atau menanyakan kabar atau makan akan sedikit kurang intens. Sebab kesibukanku sedang manja dari pada kamu. Aku selalu berharap kamu juga demikian disana. Menyibukkan diri, bukankah kamu ingin pesta perkawinan kita dilaksanakan segera? Jadi … jangan malas bekerja.

Aku tahu jarak itu menyakitkan, apalagi kita tak berkabar. Namun kasih, kesibukan membuat diri kita terpisah sementara meskipun nanti pelukan kekata menyatukan kembali seperti semula.

Sekarang, rebahakan saja rindu kamu. Rebahkan lelah kamu setelah seharian sibuk kembali dipeluk pekerjaan. Jangan lupa siapkan stamina agar esok tak kembali terpuruk dan hujan tak membuatmu batuk. Sebab sehatmu adalah salah satu kebahagiaan yang aku tunggu.

Sudah ya … aku juga akan beristirah. Samapai jumpa di perempatan mimpi, jangan lupa kecup kening aku ketika bertemu nanti, agar aku merasakan dirimu tak pernah hilang dari sisi.

-AKSARAmadhnai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s