KEKASIH

Perempuan yang memeluk ragamu dari kejauhan,

Mungkin, ini adalah syair pungkasan yang aku tuliskan untuk kamu, kekasih. Sebab aku telah banyak menguburkan rindu kita pada bait-bait tulisan aku. Dan barang kali, suatu senja nanti syair-syair ini akan kamu ulang kembali untuk mengingat aku yang lebih dahulu mati dan meninggalkan anak-anak kita yang telah menjadi anak orang lain.

Dimalam yang sendu akan hujan hari ini, setulus rindu dan sayang dari dalam hati biarkan kasih-kasih kita bemerkaran seperti kelopak melati dan mawar di taman. Kau akan terus menjadi nyanyian-nyanyian sukma yang berkembang biak di dalam hati kekasih. Meski kadang iramanya tak selaras, tapi percayalah kekasih, semua terjadi hanya untuk menguji agar kita mau kembali belajar dan tak gegabah soal masa depan.

Aku memeluk ragamu dari kejauhan, aku menyemogakan temu, rindu, kasih dan sayang yang akan terus aku seduh di pagi hari bersama teh yang akan kamu nikmati dengan roti. Agar kamu mengingat kita meski semesta belum merestu akan bertemunya rindu dan kecup kita.

Sekarang kekasih, lembar demi lembar cerita yang tertulis rapi adalah bagian-bagian kisah dan kasih kita. Tak banyak yang bisa aku berikan untuk membalas seluruh cintamu selain bingkisan syair dan tulisan ini. Sebab, kau tak hanya akan menemu diri aku tapi seluruh debar dan debat hati dengan rindu yang berulang kali membuat aku kalah.

Sekali lagi kasih, selamat atas pertemuan yang sangat manis ini. Kamu bahkan telah menempati jantung dan hati hingga nantii sampai nanti, kamu tak akan tergantikan oleh sebab-sebab yang belum tentu terjawab.

Peluk terhangat dari aku, perempuan yang rela di setubuhi rindu setiap hari, berulang kali.

-AKSARAmadhani.

13 tanggapan untuk “KEKASIH

      1. mengapa harus saat hujan? oh aku tau, supaya hanyut tak berbekas semua kata yang sia-sia itu, kan? Semacam menyantap makanan berkolesterol tinggi lalu minum peluruh lemak setelahnya hihihihi

        Suka

      2. bukan bukan … lebih tepatnya agar aku bisa bunuh diri di sayair kau, sebab ketika hujan aroma bangkai kenangan seperti memanggil-manggil aku untuk menemuinya. jadi dari pada aku menemui bangkai kenangan lebih baik aku mati di syair yang bang joe buat🤘😂

        Suka

      3. Wadaaaaawwww seram sekaliiii… kalau begitu, ada baiknya kamu baca semua itu ketika hujan namun sambil dengar musik beraliran brutal technical death metal! Aku rasa itu bisa mengakomodir keinginanmu… hihihihi 🤘🏼🤘🏼

        Suka

      4. sekali-kali biarkan kata kata memilih jalannya sendiri supaya tak ada yang jadi serba salah… di ujung sana juga di ujung sini selalu ada cahaya, kata kata akan selalu menemukan arahnya..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s