MONOLOG

Mendaur ulang hati,

Patah hati, adalah konsekuensi yang lumrah terjadi ketika kita dengan bangga menggadaikan perasaan kepada seseorang yang di sebut kekasih.

Akhir-akhir ini, menjadi diri sendiri dengan segala rutinitas yang menghibukkan membuat aku lebih paham arti kata sendirian. Sendirian bukan berarti tak berteman, bukan berarti tak memiliki sebuah tujuan, tapi sendiri untuk fase beberapa bulan demi mengembalikan kehancuran hati yang sempat redam oleh badai peremuk masa depan.

Semakin aku mencoba meninggalkan, semakin ingatan mencengkeram otak dan membuat pribadiku menjadi terasing dan acuh kepada orang lain. Aku tak perlu melupa sebetulnya, karena otak kita di fungsikan untuk mengingat hanya saja ini mengganggu. Padahal … patah hati adalah soal biasa, sebab ketika aku sudah siap jatuh cinta maka aku juga harus siap patah hati.

Beberapa hari lalu aku mendengar bahwa seseorang telah bunuh diri di dalam ruang indekosnya sebab di putuskan kekasih. Dan hal itu tidak hanya terjadi sekali bahkan dua kali kejadian namun dengan percobaan pembunuhan yang berbeda.

Aku pikir, kenapa harus demikian?

Patah hati lantas mematahkan segala harapan dan juga masa depan. STOP! Kita bukan bocah kecil yang sedang berlatih berjalan lalu menyerah bukan? Sejak kecil malah kita di ajarkan menjadi orang tangguh, misalnya: jatuh ketika berlari kembali berdiri dan lari lagi. Lantas jika dewasa ini kita memikirkan jatuh lalu mati saja, apa pelajaran di masa kecil kurang tertanam di pikiran?

Aku sadar, aku tak pernah bisa menyebutkan dengan siapa aku jatuh cinta dan patah hati. Sebab segala hal kembali kepada Tuhan Maha pembolak balik hati dan perasaan. Aku juga tidak pernah bisa meyakinkan kepada siapa saja bahwa patah hati adalah sebuah kesempatan menjadikan dewasa. Orang patah hati akan lebih menggunakan okol dari pada akal, dia melakukan segala hal demi berhenti mengingat mantan pacar.

Mendaur ulang hati, kau perlu itu untuk mencoba meraih mimpi kembali. Sesekali … setelah patah dan di cabut paksa tanaman perassan di dada kita memang harus mengolah media tanam perasaan kita kembali seperti semula, memantaskan diri kembali, mencari keadaan baru lagi, mencoba merasakan dan mempelajari kegagalan kemarin untuk kebaikan di masa yang akan datang agar segalanya tak kembali terulang.

Patah hati itu menyakitkan memang, maka dari itu. Segala hal yang pahit jangan di rasakan berkali-kali, tapi cukup sekali. Dan katakan pada diri sendiri jika kali ini tak akan gagal lagi.

Melangkahlah … di sini aroma kenangan memang pekat, jangan mendekat atau hatimu semakin sekarat di hajar olehnya. Menjauhlah … pergi, cari, dan curi, rawatlah media tanam perasaanmu jangan malah semakin dilukai dengan kelakuanmu.

Sebab kita-aku dan kamu- layak mendapat cinta dan sayang yang tepat dari orang yang datangnya tidak cepat namun kasihnya lebih berat.

-AKSARAmadhani.

17 tanggapan untuk “MONOLOG

    1. patah hati membuat sesiapa memang bersedih, gulana menderita. dan hal demikian biasanya karena diri kita sedang mengingat, jadi dari aku pribadi mengatasi patah hati agar tidak berlarut-larut adalah dengan memberikan kesibukan kepada otak dan diri untuk berfikir dan melakukan hal positip. berkumpul dengan kawan misalnya, bercanda dengan mereka, bekerja, ngerjain tugas, pergi nonton, makan (wkwkwkw biasanya yang banyak di lakukan perempuan) de el el. banyak cara mengatasi dan semua itu juga harus di barengi dengan perasaan rela, legowo (ikhlas) dan meyakinkan diri sendiri bahwa akan ada yang akan datang dan lebih(lebih menjaga dan lebih menghargai perasaan)

      Suka

      1. karena hati itu tidak ada yang baru. isinya serpihan hal2 usang, tapi yang memungkinkan untuk dilebur lagi untuk kemudian dibangun ulang. Dan seperti kertas daur ulang yang terlihat lebih indah daripada kertas putih buat fotokopi, demikian juga hati hasil daur ulang terlihat lebih menarik karena ada gurat-gurat masa yang mendewasakan di dalamnya.

        Suka

      2. bagiku, mendaur ulang hati = mempersiapkan diri untuk tantangan cinta yang baru. rekaman-rekaman kejadian baik menyenangkan ataupun tidak mereka sama-sama di kaji dan dikemas sedemikian rupa. untuk aku, hati juga perlu berhenti untuk jatuh cinta. sesekali dia memang harus membebaskan diri dari belenggu cinta-cintaan dan memaknai arti kesendirian. sebab hati adalah rumah, tempat semua pulang dan tempat semua singgah namun tak menampik bahwa di sana juga tempat pergi dan hilang.

        Disukai oleh 1 orang

      1. wkwkwk berat nii berat,
        sugesti diri sendiri jika kita pasti akan mendapat yang lebih baik dari sebelumnya. perasaan cinta dan sayang ituu lahir dari perasaan jadii bersahabatlah dengan perasaanmu agar move on mu cepat terlaksana tanpa menyakiti. sebab hati akan semakin terbiasa

        Suka

      2. nah … berfikirlah kembali, untuk apa semua ituu kamu jaga setengah mati jika yang kamu jaga saja tak pernah melihat keberadaanmu? patah hati ituu lumrah, belum bisa move on dengan waktu yang singkat karena masih sayang dan cinta ituu alasan klasik dan sudah biasa, tapii apakah kamu akan selalu demikian? tidak bukan? jadi sampai sekarang masih mau menyakiti dirimu sendiri untuk hal yang belum tentu pasti? Wekekekkeke. kau berhak bahagia kak👌

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s