MONOLOG

Kepada adikku yang cintanya tak direstu,

Adikku,
Perpisahan adalah bagian dari percintaan, tiada yang benar-benar abadi di dunia ini selain perasaan. Perasaanpun kadang bisa saja hilang tergerus keadaan, namun yang pasti dalam kehidupan adalah perpisahan dan kehilangan.

Mungkin, kemarin adalah luka, luka yang paling melukai dan tak sekalipun ingin kamu rasakan, tapi kamu salah adikku. Kamu harus ingat jika segala yang buruk akhirnya pernah berawal indah. Menangis, terluka, kecewa dan beberapa puluh tanya mengapa dan kenapa terus mengitari kepala. Demikian terus dan selanjutnya hingga kamu merasa bising lantas air mata menggenang di pelupuk.

Sadarilah adekku, tak selalu kasih berujung manis kadang dia berujung tragis, bukan untuk membuat kita terpuruk tapii untuk membuat diri kita paham jika segala hal masih perlu di perjuangkan; restu misalnya.

sekali lagii adeku,
luka yang paling menyakiti adalah luka ketika tidak direstu, sebab segalanya bagai melukai. Tak apa adekku, akhir adalah awal, dan untuk ini kamu harus mampu melangkah. Tak usah membenci atau mengumpat, anggap ini ujian paling hebat dalam hidup, agar kamu kuat dan tetap semangat.

-AKSARAmadhani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s