MONOLOG

Menatap kembali sepasang senyumu,

Nirwana kembali menjingga hari ini, cukup sempurna untuk ukuran keadaan semesta dan hati yang sama-sama baiknya.

Kau datang lagi hari ini, bersama senyumu yang menawan dan pelukmu yang tak pernah hilang rasa hangatnya. Sama seperti saat itu, tak pernah berkurang namun sepertinya bertambah sebab ada rindu yang lebih menyatukan pelukan untuk beberapa saat.

Damailah berada di sana kekasih, tempat pulangmu telah menunggu beberapa hari untuk kamu tempati. Ceritakan segala duka dan luka yang mendiami dada bidangmu, disana resah beberapa bulan menumpuk dan menjadi satu. Apa kamu masih sungkan? Kekasih, beberapa hari aku telah kehilangan senyum itu. Aku tak pernah mencari kesanakemari namun dia hari ini datang tepat di sini.

Ada rindu di jantung persegi yang mencoba membawa pelukmu lebih dalam. Memahami sisi lain dari dirimu yang masih terus menyita pertanyaan. Tapi kamu baik-baik saja, ‘kan? Sebab mata panda dan bulu-bulu di pipimu menandakan hal lain sedang bergelora di dalam jantungmu. Apakah pekerjaan? Apakah keadaan?

Kekasih, kamu disini dan masih di tempatmu. Jangan memikirkan pekerjaan yang membuatmu hilang dari aku. Aku memang mau memonopoli dirimu, sebab rinduku telah banyak menikam dadaku beberapa hari ini. Jadi mas, tidakkah kau berniat menetap sebentar sebelum pekerjaan merebutmu kembali dari aku? Barangkali kita bisa minum kopi di teras rumah sambil membayangkan tentang pernikahan atau tentang kamu dan aku yang sebentar lagi mengulang dosa paling berkesan?

-AKSARAmadhani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s