MONOLOG

Kepada hati itu,

Bersetubuhlah kau dengan pekerjaan setiap hari dan waktu, beliau tak pernah mempermasalahkan perkara apapun di dalam hidup kau selama itu tak merugikan untuk kau nikmati secara mentah-mentah atau matang sekalipun. Waktu mengajariku menjadi budaknya, perbincangan adalah hal asing yang rela di bagi dengan kesibukan. Hingga aku tak pernah menyadari keriput di pelipisnya yang setiap hari bertambah sekalipun di beri bedak tebal.

Kepada ibu, akhir-akhir ini aku menyadari beberapa kenyataan pahit dalam hidup yang aku jalani. Bahwa tak selamanya yang indah itu selalu betah tinggal sebab akan tergantikan dengan kejelekan. Bahwa tak selamanya yang baik-baik saja akan betah menjadi baik sebab akan segera menjadi buruk tanpa kita sadari. Apakah aku berdosa mengeluhkan keadaan dunia yang semakin hari semakin miskin oleh rasa iba? Bahkan aku sering lupa kepada bapak yang ikut andil membesarkanku kala itu.

Sesekali aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada Tuhan mengenai garis bahagia yang Dia berikan. Apakah masih ada atau benar-benar telah tiada, sebab semenjak rumah ini di penuhi oleh keterpisahan dua hati yang sempat mengikat janji aku menjadi anak berdosa yang dengan sengaja melupakan bapaknya. Jika saja bukan karenamu, Ibu. Mungkin dari kemarin aku memilih pergi dari dunia ini dan menemui Tuhan agar memberimu bahagia secara cuma-cuma.

Kepada hati itu,
Kepada hati yang berhak mendapat rasa bahagia tanpa pernah kembali terluka. Trimakasih telah menjadi perempuan tangguh yang menjadi penguat aku menggapai cita dan bahagia. Ketika tulisan ini aku tutup semoga doa bertaburan di langit ketujuh menasbih nama kau dengan kemafhuman. Bahagialah, Ibu. Semesta mengamini.

-AKSARAmadhani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s