LAKUNA

jantung persegi yang lumpuh kembali,

perihal luka hari ini yang membuat air muka berubah menjadi air mata dan kata-kata selamat tinggal yang aku ulang kalimatnya setiap kali hujan berdatangan. kemarin adalah kepulangan dan hari ini adalah kepergian, mereka bertemu pada titik hati yang tertunduk lesu di bawah senjakala menjinjing duka di kepala.

jangan tanya perihal janji kembali sebab dia telah ingkar atau kata-kata manis atas nama kepemilikan yang hanya menjadi santapan pertemuan.

jantung telah kembali lumpuh dan aku kini rapuh. bersama kehilangan-kehilangan yang menyita seluruh perhatian, membabi buta keadaan menulikan kenyataan bahwa aku kini kehilangan. dan waktu berubah menjadi boemerang yang menjilid kisah bersama beberapa ratus kesakitan didalamnya.

yang perlu kamu tahu hari ini hanyalah kelumpuhan jantung atas nama perpisahan. tak usah kembali menyambut lengan dan kepala aku yang penuh dengan keluh. selamat tinggal! disini aku menumpuk bait luka pada gubahan sajak agar kau tahu jarak antara pisah dan kembali adalah luka yang perlu di obati dengan sepenuh hati.

-AKSARAmadhani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s