Rindu, Kekasih …

1. Lenganku adalah sepasang ombak yang bergejolak diantara pusara peluk dan angin senja. Menaungi rebahan tubuhmu yang kaku diterpa bencana rindu dan dahaga akan jarak dan pisah di akhir temu. Bahasamu adalah rintihan yang beringsut pada kesepian, ditelan pucuk kepasrahan pada kidung kesepian jiwa.

2. Mataku adalah semesta, tempatmu bertamasya sembari membawa rantang dan tikar. Bersama keluarga atau sepasang rindu yang terlelap dialtar jiwamu, di sepasang jantung persegimu yang berdentum iringan mahakarya rindu dan temu.

3. Keningku adalah tempatmu hidup, bersama raga dan tubuhku yang hampir terkapar dikesepian dan porak poranda, angin malam berhembus halus, menyesap seluruh resah yang bergelora di dalam dada kekasih.

4. Pelukku adalah sepasang rengkuh yang membawamu pada hangat dan rapat, sebelum semakin gigil jarak berhadapan dengan rindu. Sebelum semakin pahit rasanya terpisah ruang dan waktu, juga sebelum segala hal berubah menjadi dua setelah satu.

Aku berisyarat kepadamu, kekasih. Rindu telah duduk di dalam hati, bermekaran serupa musim semi. Beraroma melati dan kenanga pada krisan kemerahan pucuk bunga mawar. Terjagalah disana hingga waktu tak pernah membuatmu gugur kembali.

-AKSARAmadhani.

4 tanggapan untuk “Rindu, Kekasih …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s