Kepada Cinta yang Agung

angin senja masih payah, lanskap jingga memisah peradaban. menjejak seribu tapak pada sebak nurani berbisik. lembut alunan sepoi mencurahkan duka, semalam rindu bersenggama dengan rasa. menjadikan anak pinak raga yang lemah, luluh, luruh oleh kenyataan.

kekasihku berbisik, menelisik hati yang bimbang di tumbuhi boemerang. tiada keteduhan, hanya dedikasi rasa yang bergejolak mencipta seribu praduga. cobalah bertanya kepada dan kemana cinta bermetamorfosa. menjadikan manusia lebih bisa berdikari, berdiri dengan tegap tanpa goyah sekalipun.

detak pada hati, detik pada waktu.

kilau berbatu membisu dibawah lautan air mata. menyesap luka, menelanjangi dada perawan yang ditumbuhi selaksa duka-duka mendalam. debar nyawa menjadi satu perhimpunan. menebar, menyebar benih kebaikan yang berimbas pada kesakitan. jangan berhenti merubah nama-nama perpisahan, disini tiada yang hilang. dia hanya mati pada preon kereta api yang membwanya menjauh dari perdebatan diri.

semalam, aku bertanya kepada zeus, kepada eros, juga kepada bisu malam, telah terjadi pergolakan pada seluruh rimbunan manusia. mereka memahakan cinta yang cuma berujung pada nafsu dan kepemilikan. cinta sesungguhnya mendiami dadamu, berbenih di jantung persegi dan hatimu. utuh. tidak melulu tentang sebuah kepemilikan, namun cinta menjadikan manusia lebih berperasaan, lebih agung dalam menjejakkan langkah di setiap keadaan.

-AKSARAmadhani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s