Senja dan Sepasang Pelukan Selamat Tinggal

berkabarlah semesta senja ini, dukaku terpukul diperpisahan menuju gelap. renjana terkesiap, lanskap mendekap lekat-lekat ketiadaan. kelebat bayang-bayangmu di lorong kereta api dan seutas senyum yang hilang terbawa ucapan selamat tinggal. benakku penuh oleh kecupan dua bibir yang terpatuh, yang sebentar lagi terputus menjadi jauh.

seutas kertas di tangan kiri dan jam keberangkatan sebentar lagi. jurang pemisah semakin dekat, pasrah menunggu yang akan berlabuh keperdamaian jiwa. meninggalkan hati dan jantungku yang masih dipenuhi rindu. aku ingin mengecup lolongan bising kereta api, membawanya pulang bersama pijar senjakala yang hari ini memisahakan dua jiwa.

namun, kebas tanganku dipukul waktu. gejolak samar punggungmu menjauh –meninggalkan tubuh terpaku di stasiun menunggu perayaan perpisahan. dan sekali lagi, senja bermunajat, namamu terseret oleh gilasan mesin kereta, hilang … memisahkan peluk dan peluh yang luruh semakin menjauh.

selamat menempuh masa, dan rindu akan tetap terpaku di statisun hari ini hingga kembali ditemui.

-AKSARAmadhani.

11 tanggapan untuk “Senja dan Sepasang Pelukan Selamat Tinggal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s