Menikmati Nada Pada Melodi Perpisahan.

Aku mengumpulkan nada-nada patah yang dimainkan oleh sepasang tangan dari sebuah biola tua. Terserap seluruh rasa, memasuki celah-celah lara yang tergesek pada senar dan bilah pemantik. Terus menerus. Hingga hanyut aku pada duka yang sebak, menghunus perlahan jaring-jaring pada telinga hingga mati. Suri. Oleh perasaan yang timbul dan tenggalam setelah suasana luruh pada risau yang tak kunjung sudah.

Melodi itu membunuhku, sebelum perpisahan menusuknya. Sebelum aku bermandikan kesepian yang menggigilkan tangan dan badan tanpa peluk dan kecupan. Seluruh rasaku berhias darah dan nanah, tanpa balutan kassa dan obat merah. Hanya melodi yang semakin menusuk ketika merasuk diulu hati. Perasaan kacau dan hancur yang berbisik lewat matamu, aku tak mampu berdusta dan mendusta. Matamu terlalu jujur berujar dari pada hati.

Kekasihku akan berpamit pada perasaan, akan membentangkan jarak ratusan kilometer. Menjalani keadaan penuh kesibukan dan mungkin lupa berkabar. Aku membekalinya kasih dan sayang malam ini, sebagai cemilan perasaanya sendiri yang akan melupakan waktu memberi makan pada hati. Melodi itu membuat kita hanyut, malam semakin kalut hati semakin ingin beringsut dengan senyum yang semakin kecut. Perpisahan.

Jangan melayangkan selamat tinggal terlebih dahulu, kasih. Malam begitu rapat menjelma menjadi nada pada biola tua yang tergopoh mencari melodi indah dan manis. Pelukan sepasang tubuh reot semakin menjelma menjadi parodi musik, meluruh, mencari kehangatan yang lain, menjadi perasaan yang lain, menjadi nama yang satu, menjadi tubuh dan jasad yang satu.

Jangan lupa tinggalakan noda, perasaan rindu akan menggoda jika kau tiada. Dan noda akan menjadi nahkoda untuk mengarungi perasaan yang lumpuh oleh perpisahan. Pergilah, kekasih. Kemasi melodi ditelingamu setelah ini, bentangkan sayap-sayap putihmu. Segerakan. Aku menanti dikeabadian.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s