SEORANG LELAKI YANG MERAWAT KESEPIANNYA

coba dengarkan ini,

ketika senja berpisah dengan sore, aku selalu menjumpai malam dengan sepi yang tiada tertahan. semenjak kamu memilih hilang dari genggam, aku menjadi lelaki yang setia merawat kesepian pada kenestapaan. ‘ntahlah … perasaanku selalu dihantui ketakutan ketika menjalin hubungan kembali, bukan karena aku lemah. tapi aku tak ingin menjadi seseorang yang hanya disayangi sesaat dan sia-sia menjadi pecinta. sebab … aku susah payah meramu perasaan, dan kamu setelah aku pilih malah merusak keadaan. kesepian menjadi karibku, bersama catatan-catatan kecil tentang beberapa ratus hal yang masih tersemat dikepala –tentangmu. juga tentang perasaanku yang kamu hancurkan dengan begitu lekas.

sudah, tidak apa-apa.

semakin lama keadaan pasti berangsur menjadi biasa. kamu yang tiada lagi berkabar –mungkin sudah mati– dan aku yang sibuk memantaskan diri. namun … pada setiap kata sendiri selalu ada rasa sepi yang menggelayut di dalam hati. rindu untuk merasakan gejolak perasaan terkadang datang. dan aku merasa bahagia ketika seorang perempuan duduk disampingku, dia akan menangis tersedu ketika menceritakan kekasihnya yang egois, seorang perempuan yang akan menjadi sensitif ketika akan datang bulan, dan seorang perempuan yang kadang memakai pundakku untuk dijadikan sandaran. dan ketika itu aku merasakan bahagia, setidaknya pundakku ini tidak sia-sia diciptakan Tuhan masih terpakai untuk menyimpan kedukaan.

sepi … kesunyian tanpa pamrih, yang mengharuskan kita menahan perih setengah mati.

pada setiap kehilangan aku selalu mencoba mencari arti kepergian. memahami ucapan selamat tinggal yang mudah mereka katakan namun sulit untuk aku mengerti. sudah bertahun-tahun aku menahan, menikmati senyap tak berperasaan. merawat kesepian dengan ikhlas. menjadi perakit duka yang memahakan seorang perempuan untukku jadikan kawan berbincang. tapi itu sepertinya belum bisa aku lakukan meski berulang kali mereka datang ke pundak lalu pergi kembali. hingga aku mengurungkan niat untuk menitip hati.

karena hati tidaklah mampu kupaksa meski pada kenyataannya sepi membutku ingin tersesat. tapi ingatlah ini; setidaknya … aku pernah dan sempat mengasihimu sepenuh hati. sebelum pada kenyataannya aku harus merawat sepiku sendiri tanpa kamu yang pernah berjanji menemni sampai mati.

pada sebuah pengharapan –lekaki sepi–
-perempuan aksara-

14 tanggapan untuk “SEORANG LELAKI YANG MERAWAT KESEPIANNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s