SERENADE SENJA

untuk sebuah kata cinta; cita.

kunyanyikan lelagu artistik yang bergema pada ruang telinga kau hingga sungguh-sungguh arif dan bijaksana kau dengar ketika sekujur tubuh aku dan kau bermandikan cahaya jingga pada senjakala yang berkecak pinggang di ufuk sana. separuh waktu pada aksaraku telah melahirkan diri kau –seorang lelaki perkasa yang menyimpan eloknya di kepala. juga pesan-pesan penggugah sepi pada jiwa yang mati suri dan lupa pulang setelah berkelana ke negri antah berantah adanya. lelakiku berkarisma arjuna, menyesap seluruh rasa kasih tiada terhingga di jantung dan dada, beraroma kasturi dengan harum mewangi yang tak pernah hilang tujuh hari di batok kepala dan ruang imaji.

laksmi senja meluruh, perasaan-perasaan yang jauh dan gaung cecapan kata yang utuh. aku dan kau tiada berjarak, menyelinap tangan pada punggung dan rindu pada jantung. detak menjadi puisi dan bom waktu menjadi prosa, mereka hidup dan menghidupi diri kita yang penuh sanjungan kekata melankoli. jingga yang menyelinap mengerjap, dirasakannya ketiadaan yang membayang. yang sebentar lagi menjadi kenang. yang sebentar lagi menjadi pengingat. padat, penuh manusia yang juga bernostalgi dan berlari-lari mencari ceceran perasaannya sendiri, tapi kita disini menunggu perahu mendekat, yang akan menyekat jiwa aku dan kau menjadi dua yang berat untuk menyadari rasa yang hebat tertambat di palung jasad.

senyum kau halus, aku akan merindukan senyuman ini pastinya ketika raga kita tak kembali bersua. juga mata kau yang indah, menyimpan seluruh perasaan yang jujur adanya. dijantung kau aku berimpit mesra dengan raga kau, menjadi tulang rusuk yang mejaga utuh organ penting dalam tubuh kau. aku hidup disana. di mana kau merasakan detak jantung, disitu aku ada. yang berpisah kali ini adalah raga kita, yang menjauh dan bersauh adalah tubuh aku dan kau. bukan jiwa atau hembus nafas kau.

senja kali ini begitu manis, dengan air laut yang beriak di sepanjang ruang tunggu dan eloknya pemandangan nirwana sana yang mulai berpisah dengan siang. jabat erat. pelukan. dan serentetan peristiwa diruang tunggu juga air mata dari siapapun yang terpisah dengan sanak, saudara dan keluarga. apakah aku juga akan seperti itu? mungkin. sebentar lagi, ketika kapal besar itu mendekat dan merapat ke dermaga lalu corong suara menggema di sisi-sisi ruangan, lantas seutas kertas di saku kau memanggil untuk segera merapat kedekat kapal. dan aku hanya bisa tertegun dan menatap punggung lebar kau dengan air mata yang tumpah ruah.

mungkin demikian.

adalah seluruh jiwa aku yang limbung di terpa angin senja, dan dinginnya perasaan. kau akan menjauh, menjemput mimpi dan cita yang selama ini tega kau gadaikan. akan ada waktu dimana kita akan bersama kembali, disenja yang sama dengan serangkain peristiwa apik dan bijaksana. cepatlah pergi dan jangan lupa pulang, untuk jiwa yang ikhlas menunggu. untuk raga yang ikhlas menanti dan untuk calon buah hati yang tumbuh di rahim tanpa pernah kita sadari.

– perempuan aksara.

5 tanggapan untuk “SERENADE SENJA

  1. …dan detik ini aku mulai jatuh cinta akan aksaramu yang membumbung, mengikatku dalam rasa yang kian terontang-anting pada kisah yang limbung. Terimakasih atas setiap rasa yang tertoreh. 😚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s