MENJELMA MENJADI KESEMPURNAAN YANG SALING MENYEMPURNAKAN

kasih, lihatlah bola lampu yang berderet di jalan itu. lantas tataplah bulan di langit sana.

pernahkah mereka mengkhianati malam? atau pernahkah mereka meninggalkan malam ketika gulita yang tiada perasaan datang? pernahkah mereka demikian?

tidak, kasih. tidak pernah.
mereka selalu setia kepada satu tempat di mana dia merasa nyaman menetap. seperti bulan dan bola lampu yang nyaman ketika mereka ada saat malam hari. mereka lebih hikmat dan lebih pas ketika ada di remang. meski terkadang hilang tergantikan mendung namun dia pasti akan kembali.

demikian pula kita, dua anak manusia yang masih belajar mencinta. yang hanya bisa berupaya untuk menyempuranakan dan saling mengisi kekurangan. ibaratkan bolam lampu jalan dan bulan yang aku sebut tadi adalah kita. maka lama kelamaan diri akan sadar dan paham, untuk apa jiwa kita hadir dan disatukan. tidak ada yang sia-sia perihal takdir Tuhan, kasih. semua pasti memiliki arti untuk kita pahami. semua memiliki makna yang kadang tak kita sadari adanya.

selama aku masih mampu mencintaimu dan kamu masih mampu mencintaiku. bukankah lebih baik kita saling menjadi pengisi. bukan hanya hati tapi juga hari. bukan hanya bahagiaku tapi juga bahagiamu. debar, debat, denting renjana kasih yang mengudara pada pemrecik api yang luluh lantah. telah membawa kita pada koyak moyak perasaan tiada kira. dan apa yang bisa kita lakukan

hanya mampu membuka lebar-lebar hati agar mau di isi oleh rasa yang tumbuh subur di dalam jantung. tiada yang sempurna, kasih. tak pernah ada. namun aku percaya, seseorang yang telah di berikan Tuhan mereka bertugas menyempurnakan dan menutup kekurangan.

beberapa orang berkata dengan fasih mengenai cinta, tapi mereka tak pernah paham arti setia. beberapa orang paham arti setia tapi tak pernah paham artinya kebersamaan. mereka hanya pandai merasa tapi tak pandai berfikir secara tepat untuk perasaan yang dititipkan Tuhannya. jika seandainya seluruh pasangan mampu paham arti mereka berkasih kisah, tiada perpisahan di dunia ini. mereka hanya belum paham arti bulan dan bola lampu juga merpati yang melambang kesetiaan dan saling menyempurnakan.

bukankah begitu seharusnya, dan sudahkah aku dan kamu demikian? maka dari sekarang mari kita meleburkan perasaan, mempercayai pasangan untuk menajaga dan memastikan hati jatuh di orang yang tepat bukan di sembarang tempat.

– perempuan aksara.

5 tanggapan untuk “MENJELMA MENJADI KESEMPURNAAN YANG SALING MENYEMPURNAKAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s