JERUJI RESAH DI DALAM JANTUNG

kidung malam, bersama almanak yang telah tanggal di tinggal hari. atau bersama nama perpisahan yang telah di kelupasi. dibukanya kembali sudut-sudut ruang jantung yang mati rasa, desir senyawa rindu dan kenangan menguar di antaranya. sepersatu di buka secara nyata dan maya di depan mata. pada bisikan lelagu angin yang berdesik, merisak perasaan yang sudah berhenti merotasi. pada luka. pada rasa. pada panca rasa yang tiada pernah berhenti mengoyak-oyak dada. kutitip pedih. biar dia menyemai kedukaan yang telah meradang setelah kepergian.

aku telah terbunuh belati. pada malam itu dan tak mampu kembali. simposium akronimkan kehilangan. jelita rupa dewi malam tiada merupa. tertikam desakan noda pada dada sudah lama. hanya kenangan yang masih betah. di dalam sukma yang tiada pernah mau memberi kebebasan atas segalanya. aku menjuh. tercenung pada duka yang di terima sendiri tadi pagi sehabis mandi. lalu kamu menertawai. pertanyaan konyol yang di jawab oleh mulut-mulut yang penuh dosa dan doa yang mati rasa. sekuntum kamboja. sebuah jantung yang teronggok diam penuh darah dan nanah. mengertikan, mengartikan ketiada mampuannya ditikam duka.

seandainya aku mampu. aku ingin membunuh resah tentangmu yang masih seenaknya mempermainkan perasaan. menjadi budak perasaan yang tidak tahu akan di pastikan hanyalah luka. seharusnya. dibunuh saja rasa yang telah meradang itu agar jantung tak merasa terluka. resah yang dikandungnya. segala rasa yang di rasakannya adalah desakan-desakan pertanyaan tentang hati dan kepastian. di pucuk penyesatan jantung, tersimpan berita kelukaan yang semestinya kamu dengar. debar yang terbubuh resah menjadi pundi-pundi kesenyapan. yang sesekali membuat sesak. membuat luruh dan luka penuh.

tuhan tak mengizinkan. jantungku hanya di koyak koyak tanpa pernah di jaga. hanya di tusuk oleh rapair. hanya di bekukan oleh namamu namun kamu tak pernah mau tanggung jawab atas itu. malam adalah karib kesedihan yang paling setia. di jaganya seluruh pedih yang telah letih berbagi. di rawatnya seluruh kisah yang mati. agar malamku damai tiada sesiapa yang bisa membuatku merasa tercanam oleh kesakitan. cuma percakapan sepi yang sesekali tercipta oleh mulut rahasia. jantung telah terbunuh. telah mati. telah di sayat belati naga. dan aku tiada pernah bisa apa apa selain terdiam. terduduk.

lantas menyumpah serapah perihal kita yang tiada lagi apa apa
selain kenangan
perasaan yang berkedut tiap kali kemelut menyusup. membuat seisi jantung berdarah darah dan
meronta ronta.

ucapkan perpisahan dan mari pergi saja. perihal jantung yang telah suri dan penuh noda biarkan. semuanya tercipta untuk di abadikan. sebagai cerita bahwa cinta pernah membuatku tidak sadar. berkali-kali. berulang kali di jantung hati.

– perempuan aksara.

6 tanggapan untuk “JERUJI RESAH DI DALAM JANTUNG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s