KEPADA YANG BERPULANG HARI INI

kecamuk bedebat hebat hari ini. telanjang perasaan yang melompong di himpit kedukaan teramat menyekap. perpisahan menjemput di depan pintu. berpesta pora mengelilingi tubuhmu yang terbujur kaku tak bersuara. sayatan-sayatan luka mengiris isi kepala, belati senja menyingsing di kesepian inti sanubari yang tak jua merdeka. tangis tak berkesudahan.

kekata melankoli dan nyanyian surgawi menyeruak di ruang ini. aroma bunga-bunga melati, mawar, kamboja hingga daun pandan berselisih tempat di indra penciuman. perabaku gigil. di depan tubuhmu yang gagal kupeluk sebelum mata tak kembali saling menunjuk. sedangkan rohmu yang kudus telah berpamit. meninggalkan aku yang masih terbisu menerima kenyataan kepergian.

katamu kala itu aku harus tegar. tapi kataku saat ini, tidak. aku rapuh. aku terjatuh. jiwaku melongo menerima kepulanganmu yang tiada berpesan. mempermainkan keadaanku yang semakin terjerembab kedalam rasa berduka tiada kira. kemarin hari, kamu masih tertawa. terbata. mengeja nama-nama anak kita, yang kelak akan kamu sandingan dengan nama kamu. kemarin hari,

kamu masih tersenyum menatapku. merapal kalimat sayang dan kasih untuk aku. menyentuh puing-puing air mataku yan sudah layu. kemarin, semua belum seburuk hari ini. kemarin semua masih dalam keadaan senantiasa mencintai. tubuhmu yang ringkih di topang tubuh berisiku. kamu masih menyelipkan ungkapan lapar dan haus. masih sempat tersenyum dan melambaikan tangan ketika aku berpamit.

lalu, semua terdiam. menatap ragamu yang telentang di pembaringan. tersenyum. penuh kehangatan. terakhir kalinya dan tak akan pernah kembali kusua. senyuman yang masih mampu aku raba di sisi kanan dan kiri pipimu, yang telah rata tanpa ada bulu. sekali lagi, kekasihku berpulang hari ini. raganya lebur di dalam ragaku yang selalu mencintai. perasaannya utuh tersemat di dalam altar firdaus jantung milikku.

kamu berpulang, terbang kelangit langit keabadian. mengubur cinta suci kita yang telah larut di setiap hembus napas. selamat jalan, kasih. sampai jumpa di rumah Tuhan. nantilah aku membawa cinta kudus kita. terlelaplah. semesta lebih mencintai tubuhmu itu dari pada aku; kekasih yang terbata mengeja namamu.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s