SURAT SAKIT KEPADA KEKASIHKU RAHMAN

Beri saya kedamaian, tidak usah lama, lima menit saja dan saya akan menjadi Khalil Gibran atau Aan Mansyur yang akan membawa kekata untuk mengadu perihal kejamnya dan mudahnya dunia membodohi sesiapa. Saya ingin dibunuh dalam kedamaian, pada malam atau siang yang penuh derai tawa atau pada senja yang memisahkan kecerahan menuju kekelaman. Aku tak akan bermanja-manja, bahkan mengkhianati waktu yang akan kamu berikan, aku akan menggunakannya sebaik dan serapi mungkin. Tidak usah kamu repot-repot menunggu kapan aku pulang, aku sudah tahu batas, aku sudah tahu bagaimana keadaan ini akan menyeret diriku. Aku tak butuh kawan, aku hanya ingin pena dan selembar kertas. Aku ingin menaruh kisah kepadanya, menitip pesan untuk setiap jiwa yang hari ini aku tinggalkan, untuk setiap kutipan yang inginku kamu baca dengan baik, dan tidak usah berkoar-koar mengenai kesedihan, sebab aku akan pergi dengan bahagia yang aku taruh pada altar jiwamu.

Jika pada nantinya perihal kepergianku membuat jiwamu sungkawa atau berduka, sungguh, maafkan aku yang sudah lancang datang ke dalam rumahmu, mengetuk-ketuk pintu perasaanmu itu yang semestinya tak usah ada aku. Namun aku akan berterimakasih sebab kepadamu jiwaku melebur menjadi tahanan rindu dan kasih sayang yang telah tertuang. Maaf. Sunggu aku minta maaf jika tak mampu menemani sepasang kakimu melangkah di singgasana Tuhan yang paling indah, tapi aku yakin perihal temu telah Tuhan berikan waktu dan keadaan yang lebih memungkinkan. Simpanlah segala kenangan dan memory yang bertebaran itu. Di dalam jantungku, kamu telah mati bersama nyawaku yang sudah lelah dikebiri waktu. Semoga Tuhan kita berbaik hati, kasih.

Terimakasih telah mencintai. Dengan surat ini aku menitip, tak banyak lagi menit yang aku miliki, sebab waktuku telah dikelupasi kekata ini.

Salam.
Kekasihmu yang terpasung kesibukan.
–ruang kedap suara–

– perempuan aksara.

7 tanggapan untuk “SURAT SAKIT KEPADA KEKASIHKU RAHMAN

  1. Hai kak, jangan lupa main2 ke web saya ya. Akun saya kemarin Purnama Cerita bermasalah, jadi bikin akun baru lagii. Salam kenal kak. Maaf saya baru belajar nulis

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s