YANG DIBUNUH PENYESALAN

tentang kekata terakhir di sajak ini

perpisahan adalah derita, cacat teramat menyayat dengan sekatsekat dusta di dalam dada. derita bersedu sedan melawan duka, menampakkan serangkaian kasturi manis yang teduh di bawah matamu yang gerimis. di dalam sangkarnya, jantung mendetak. menebak siapa yang paling pandai bersuara tentang kekasih mana yang akan bertandang, menolak perpisahan dan kembali menjadi pemenang.

kamu misalnya,
tentang perasaanmu yang berkali-kali terjebak di dalam nestapa. yang bekerja keras mengumpulkan segala bahagia demi menghapus derita dan sakit tiada kira. seperti apa rupa lara yang begitu mendera? seperti itukah desakan langit yang menderita sakit hati, tak pernah sembuh dan semakin menjadi. seumpama kekata, kamu adalah ungkapan yang pasrah di lumat mulut basah. yang mudah melayu menjadi gemrisik kotoran di bawah teduh anganmu yang patah.

yang paling terkesiap diantara kehilangan dan perpisahan adalah jantungmu, adalah perasaanmu, adalah hatimu yang teramat pernah menjadi pemenang sebab telah menemukan. lalu kembali luka membayang, jengah dihantam siklus sakit jatuh hati dan kamu hanya bisa menangisi. memeluk kakimu diantara kesepian yang menjadi karib menyenangkan.

adakah di dalam dadamu sebak yang paling memuakkan? adalah keputusan bodoh yang kamu tangisi setelah kamu melayangkan kekata selamat tinggal. adalah dadamu yang mengutuk-kutuk keputusan tanpa persetujuan. adalah kamu, orang yang pandai menghantar kebahagian lalu mencabutnya kembali menjadi penderitaan.

resah itu,
terbiritbirit di keluapasi keputusan sengit. yang matamu teduh di sekat perpisahan dan keadaan paling menyakitkan. sampai jumpa dikepasrahan duka yang sudah mengesa. jantungmu terjebak di antara derita yang tak pernah binasa begitu saja. sebab, kesepian yang paling menyakitkan adalah perihal keputusan salah yang melayang sebelum ada persetujuan perasaan. [tabik]

– perempuan aksara.

5 tanggapan untuk “YANG DIBUNUH PENYESALAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s