TENTANG YANG GAGAL MENJADI PERAYAAN

hay …
apa kabarmu yang seribu kali kupanggil dibias malam? masihkah kamu menjadi perayaan perasaan setelah seribu kali hatiku kamu jatuhkan dan tak ada kepastian? aku membangkai disini, meratapi palingmu yang tiada pernah aku ingini. meski wangi tubuhmu masih menetap disini dan rona wajahmu masih tetap betah membayangi, namun tidak untuk rasa dan tubuhmu yang sudah pergi. sebegitu tidak berartikah rasa dan diri ini? yang selalu mendoakanmu dan selalu melibatkanmu dalam rencana semesta raya? masih kurangkah segala perayaan untuk menyambutmu ada meski kamu tak mengharap ada kita?

percayalah …
aku juga pernah mencoba menyudahi perasaan yang besar ini. aku sudah pernah mencoba membunuh rasa yang sebegitu besar memuja dan mujimu hingga lupa aku ini apa dan siapa. aku pernah, percayalah. namun aku gagal, sebab rasa itu begitu esa, begitu ikhlas terjebak dan terjatuh di perasaanmu yang teduh. maaf … maafkan aku jika mencintaimu berarti membebani jantung atmamu. tak pernah sekalipun aku mencoba memecah segala bahagiamu dengan hadirku sekalipun itu hanya untuk perayaan.

ahh …
kenapa kamu begitu alfa aku rengkuh? mengapa harus kamu yang aku semogakan selalu menetap dalam doa-doaku yang tak sudah? mengapa harus kamu jika pada akhirnya perasaanku hanya dijadikan bahan pertunjukan untuk jiwamu yang sama sekali tak pernah menatapku? sama sekali tak pernah.

butakah? atau sengaja kamu mempermainkan hatiku yang hampir separuhnya kuisi dengan oksigen dari hembusmu. kamu membunuhku secara lamban dan perlahan. kamu membuat jantung dan rasaku tak bisa berbuat banyak selain sudah … dan menyadari atas diri yang tak lebih hanya sebatang keamsalan yang tak pantas kamu perjuangkan.

maaf … maafkan rasaku yang seenaknya mencintaimu tanpa pernah tau malu. maafkan jika semua membebanimu, sungguh. maafkan aku. aku hanya mencoba bertahan di atas ketidakmungkinan dan bodohnya aku tetap percaya kamu akan membalas seluruh perasaan.

terimakasih,
mencintaimu tak akan pernah beralih meski segalanya telah kamu turih. kamu telah gagal menjadi perayaan atas segala kemenangan. tapi tetap kamu tak pernah gagal menjadi pemenang di dalam perasaan.

untukmu, hanya kamu. maaf aku mencintaimu.

pada sebuah pengharapan –lelaki sepi.

— ditulis untuk di baca serta mencoba menjadi sosok lelaki kesepian yang selalu gagal hatinya ketika mencintai sebab teringkari.

– perempuan aksara

9 tanggapan untuk “TENTANG YANG GAGAL MENJADI PERAYAAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s