LALA TELAH PERGI

kuntum-kuntum bunga dan sajak-sajak yang tak bermakna. almanak di ujung meja rias dan senyum yang masih tertinggal di kaca. buku-buku tebal bau apek dan tawa yang mati rasa. mata anggun dan pesan-pesan di gawai yang telah tercerai. amarah dan bercanda kecil, lalu tangis dan rintih akibat mimpi yang perih.

rasanya, aku baru kemarin menemkanmu di antara tumpukan kisah-kisah masa silam yang selalu menyeretmu hingga sedemikian jauh. yang selalu membuat mega mendung dimatamu terjebak bawang merah dan akhirnya jatuh. rasanya baru kemarin, aku menemanimu lembur kerja dan mencoret-coret buku diary milikmu lalu kamu memaki aku. baru kemarin,

dan hari ini kamu sudah pergi. berjibaku dengan dunia berbeda dan meninggalkan aku dalam pengap ruang kantoran yang membosankan. aku tak mampu menolak pergimu itu, gerai rambut panjangmu itu, dan lesung pipi yang kamu tinggalkan di jok belakang sepeda ini. tawamu masih jenak berada disana bersama aroma minyak wangi yang kamu semprotkan sebelum makan somay dan batagor kesukaan kemarin hari.

lala, adik kecilku.
mungkin sudah penuh kantong-kantongmu itu dengan pesan beribu-ibu dariku. mungkin sudah habis tempat untukkmu meletakkan pesan dan inginanku kembali. dan mungkin sudah saatnya kamu tak kembali lagi menjadi adikku yang suka berbicara sendiri dan menonton film misteri hingga menjagai malam bisumu. mungkin, la.

tapi di dunia ini tak ada yang namanya mantan, semua datang dan hilang untuk satu atau beberapa keadaan. termasuk aku. aku datang untuk menatihmu berlari, menapak kerikil-kerikil itu hingga kamu terbiasa dengan jatuhbangun yang terjadi. aku datang untuk merangkum duka di kepalamu dan aku membawanya lari agar tak lagi lara itu menindih bahagia di dalam hati.

lala, kini kamu telah mendewasa.
sudah mampu berlali, sudah mampu tertawa dan tersenyum dengan siapapun yang kamu rasai baiknya. kamu bukan lagi anak pemalu, kamu lebih girang dan lebih baik dari dulu. hari ini, biarlah aku kenang selalu, la. sebagai bingkisan terbaik dari tuhan karena aku telah mengenalmu, meski pada akhirnya kita terpisah kembali ruang dan waktu. [tabik]

mbakmu,

– perempuan akara.

9 tanggapan untuk “LALA TELAH PERGI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s