MERUBAH CARA PANDANG MENGENAI LAGU LINGSIR WENGI

Lagu lingsir wengi menggugah setiap pendengarnya untuk tidak melepaskan telinga dari lagu tersebut. Namun setelah lagu ini menjadi soundtrack salah satu film horror, semua menjadi merubah cara pandang mengenai lagu lingsir wengi. Namun, sebelum pemikiran kita dibawa ke hal yang tidak sebenarnya, mari kita simak sedikit ulasan mengenai lagu lingsir wengi yang sebetulnya.

Kalian yang suka dengan film horror tentunya tidak asing dengan lagu lingsir wengi, bahkan ketika kalian mendengar pasti merasakan merinding karena aura mistis itu masih melekat di mindset kalian. Lalu tidak mau lagi mendengar lagu ini karena merasa lagu ini memanggil roh atau syetan atau kuntilanak seperti yang kalian lihat.

Padahal, lagu lingsir wengi adalah lagu yang hits pada masanya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lagu yang diperdengarkan di film kuntilanak bukanlah lagu versi asli dari lingsir wengi itu sendiri. Lagu tersebut diubah liriknya demi memenuhi keinginan si pembuat film dan tuntutan produksi perfilman.

Jadi siapa pembuat lagu lingsir wengi aselinya?

Lagu ini diciptakan dan dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga atau Raden Said. Lingsir wengi menggunkan pakem gending jawa yaitu macapat, gending macapat sendiri ada sebelas pakem dan yang digunakan dalam lagu lingsir wengi adalah pakem durma. Pakem durma sendiri memiliki ciri khas sangar, suram, sedih, atau pengungkapan sesuatu yang mengerikan. Lantas di dalam lagu lingsir wengi aslinya dituturkan dengan perasaan lembut, halus juga menyayat hati.

Sunan Kalijaga sendiri adalah salah satu sunan Wali Songo yang menggunakan media untuk menyebarkan agama Islam. Salah satu cara yang beliau gunakan adalah menggunakan lagu, lagu lingsir wengi dipakai atau disenandungkan setelah melaksanakan sholat malam. Yang digunakan sebagai tolak bala juga pengingat dan panjatan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lalu bagaimana lagu ini sebetulnya?

♥ Versi asli

Lingsir wengi
Sepi durung biso nendro
Kagodho mring wewayang
Kang ngreridhu ati

Kawitane
Mung sembrono njur kulino
Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno

Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi
Nandang bronto
Kadung loro
Sambat-sambat sopo

Rino wengi
Sing tak puji ojo lali
Janjine mugo biso tak ugemi

Arti dalam Bahasa Indonesia

saat menjelang tengah malam
sepi tidak bisa tidur
tergoda bayanganmu
di dalam hatiku

permulaanya
hanya bercanda kemudian terjadi
tidak mengira akan jadi cinta

kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku
menderita sakit cinta(jatuh cinta)
aku harus mengeluh kepada siapa

siang dan malam
yang saya cinta jangan lupakan ku
janjinya kuharap tak diingkari.

♥ Versi lagu dalam Film Kuntilanak:

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo
jin setan kang tak utusi
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet

Arti dalam Bahasa Indonesia:

Menjelang malam, dirimu (bayangmu) mulai sirna
Jangan terbangun dari tidurmu
Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri)
Aku sedang gelisah,
Jin setan ku perintahkan
Jadilah apapun juga,
Namun jangan membawa maut

Bagaimana setelah tahu lagu versi asli dan bukan asli? Kedua lagu lingsir wengi ini sebetulnya sama, menggunakan pakem gending juga sama, hanya saja lirik yang dibuat oleh Sunan Kalijaga diubah menjadi berbeda dan lebih beraura magis dan horror, itulah yang menjadi orang takut ketika mendengar lagu lingsir wengi.

Padahal jika kita selisik lebih dalam arti dari lagu asli memiliki makna yang baik. Lagu ini sebetulnya meminta kita (manusia) untuk mengingat kepada Tuhan (beribadah) jika kita bangun tengah malam dan tak bisa tidur kembali. Lagu lingsir wengi juga memiliki makna untuk selalu cinta kepada Tuhan. Lagu ini sampai sekarang juga masih popular di kalangan masyarakat jawa dengan versi originalnya, hanya diubah genre musiknya karena memenuhi permintaan pasar.

Jadi bagaimana? Masih memiliki cara pandang negatif tentang lagu lingsir wengi? Terlepas dari semua itu, sebetulnya pemaknaan musik kembali kepada pribadi masing-masing, mau bagaimana terhadap musik dan memaknai musik itu sendiri. Namun, jika kita sudah paham dan mengerti akan maknanya, maka lebih baik pikiran negatif itu di hapus. [tabik]

8 tanggapan untuk “MERUBAH CARA PANDANG MENGENAI LAGU LINGSIR WENGI

    1. tapii nada pada laguu lingsir wengi yang sebenarnya tidak semenyeramkan ituu, kak. bahkan sekarang dibuat dalam versi kroncong. memang gending jawa itu demikian. tidak hanya durma pada lingsir wengi. lagu jawa bernada magis karena lekat dengan gending-gendingnya.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s