CU KU P

hari ini aku meyakinkan diri untuk berhenti. lebih tepatnya berhenti berada di sampingmu juga berhenti menjadi orang yang tabah dengan segala gegabah perasaan. mungkin benar, aku memang harus mengikhlas dengan segera sebuah kepergian. sebab, seperti apa pun aku mencoba bertahan dan menggandeng tangan, badai perpisahan itu tetap agung menyekat kebersamaan yang selalu disemogakan.

bukan,
bukan aku berhenti mencintai robmu hari ini. tetapi, aku ingin membebaskan persoalan perasaan pelik ini. aku tak mau semua menjadi suri kembali, biar … biarkan detak jantung ini aku simpan sendiri. rasa ini aku pendam dalam-dalam. karena, untuk apa aku bertahan sedangkan kamu tak pernah mencoba untuk mempertahankan. aku hanyalah ketidakmungkinan, yang di matamu hanyalah butiran gelebu jalan. tipis, samar, dan tak terlihat.

semakin waktu bergulir, semakin aku paham perasaan ini tak pernah kembali kamu pikir. mungkin kesibukan yang melupakan pelukan di antara kita. tetapi, ada satu sekat tebal yang tak pernah kita bisa jelaskan apa itu maksudnya. kita yang sama-sama sudah berbahagia dengan keadaan masing-masing, yang sudah mengupayakan mati-matian perasaan. akan begitu saja sia-sia jika jarak ini tak pernah mampu kita hadapi bersama. sedangakan kamu, lebih berbahagia dengan ketiadaanku di antaramu.

meski aku menangisi ketiadaanmu, meski aku selalu ingin kamu di sini. tetapi, cukuplah. aku tahu diri untuk semua hal pelik ini. tak perlu kembali mengingat aku. tak usah menyisihkan waktu untuk menanyai kabarku. sebab yang pasti kamu harus tahu, aku baik-baik dan akan tetap baik-baik saja meski di dalam dada mendekap nestapa dan ketiadaan itu sendirian. tidak masalah …

aku akan lebih sakit hati apabila tahu apa yang sebenarnya. akan lebih menyayat apabila semakin aku mendekap semua dengan penuh harap sedangkan kamu menganggapnya buang-buang tenaga.

ah …
memang begitu bodohnya aku. cinta terasa sebak jika aku memujanya dengan melulu. dan aku pikir sandiwara ini cukup. cukup memuakan.

terima kasih.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s