KITA YANG BENAR-BENAR MENJADI ASING

hari ini, aku memesan senyumu. di kedai sebelah kiri jalan raya. membisukan bibir juga me-tunarungu-kan telinga. tetapi, perasaan punya caranya sendiri untuk berkisah bukan? dan mendengar celoteh kebosanan yang terus berkumandang dari dalam sukma. senyumu kini amsal, penuh dengan kebohongan atma yang menyirat di antaranya. sayang, aku tak pernah sadar. malah semakin jauh terpelentang ke dasarnya.

jiwaku yang remuk, disiksa ranum senyumu yang duka. menatap segaris nista di ujung manisnya racun bibirmu. terbodohi aku. yang ranum itu bukan bibirmu, tetapi kebohongan yang berkamuflase menjadi bahagia tanpa reka. yang membuat jantungku serasa berloncatan tak karuan padahal di antaranya, lara tersenyum anggun.

di tengah sepi dan nestapa. aku ini siapa? aku ini apakah hanya sebaris kebodohan yang selalu kamu biarkan ada untuk menemani jiwa yang terkadang kesepian. sedangkan ketika pelita bahagia di jantungmu tersulut oleh orang lain kamu akan pergi dan melupakan aku.

maaf, maafkan aku.

aku tak pernah bisa memahami senyum pahit itu. aku tak pernah bisa mendiskripsikan mengapa begitu getir simpul masam itu di mataku. mungkin aku sudah sering menatapnya dan kali ini berbeda. seperti matamu kini tak lagi sebuah kejujuran yang kudus. hanya ada sepah kebohongan yang hidup di antaranya. yang ketika menatapku, lara itu mengendap di balik tirai-tirainya.

sedangkan kesepian semakin menikam diri di tempat ini. mataku masih buta pun telinga yang masih tuli. tak tampak apa pun selain senyummu yang semakin masam setelah beberapa jam lalu aku pesan. aku juga tak paham mengapa senyumu cepat sekali menjadi basi padahal belum ada sehari. apakah itu yang disebut bosan?

dan kita tak pernah mencoba berbicara, hanya diam dengan membawa tandatanya di dalam saku masing-masing. lalu menutup tirai pada senyum itu, mengemasinya. lantas menghilang dan memilih tak berkabar demi sebuah penghilangan perasaan.

– perempuan aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s