GULITA YANG TERBIT SETELAH TAWA BERIMPIT

cobalah untuk setia, mencintai tanpa pernah mengingkari atau mencintai tanpa pernah membayangkan berapa lama kamu akan bersama. tanpa pernah berfikir untuk menyudahi atau mengakhiri sebab satu atau hal lainnya. sebab, semua yang kamu pikir hanya membuatmu merasa sia-sia mencintai hari ini. cinta terulur pada jeda yang waktu tak pernah memberinya izin untuk berakhir. semua selalu ingin apa pun itu baik adanya. pun aku,

____________

selamat malam. aku telah berhenti untuk menyinggung setiap tatap mata agar tidak menatap air mata yang malam ini tumpah dengan begitu sia-sia. lelaki itu berpamit pergi setelah mencoba mengambil senyumku beberapa tahun ini. di tempat ini. di tempat aku duduk saat ini, beberapa menit lalu telah terjadi perselisihan dua batin yang sedang murung. suasana mendung dan rendah suara bising. lagu romantis yang tiba-tiba aku benci, juga ucapan selamat tinggal yang masih mendengung di kepala.

setiap perempuan, selalu ingin merasakan dikasihi dengan ikhlas. tanpa sebuah kata akhir atau sudah, tetapi. aku tidak pernah bisa memaksa itu, memaksamu untuk tinggal sementara hatimu berkata lain. biarkan perasaanmu yang membawa ke mana kaki ikhlas berpijak. sebab, masih banyak yang harusnya kita pikirkan hari esok. aku masih setia menangkup mata, memandangi satu cangkir cokelat dan kopi panas yang mungkin sudah menjadi dingin. atau malah memperbincangkan aku kamu yang tak bisa kembali bersama-sama.

ada apa? batinku bertanya-tanya. apa yang salah? apa yang kurang? apa yang tak mampu aku berikan?

bukankah menit sebelumnya kita merasakan tawa yang menguap itu hingga tak bisa kita pungkiri? bukankah aku kamu ada untuk saling berjanji setia kemarin hari? bukankah kamu sudah berjanji untuk tetap di sini? mencintai tanpa pernah kenal hari, lalu apa ini? mengapa semua begitu muram? aku yang tak pernah sadar akan kasihmu yang tiada pernah besar atau kamu yang selalu membuat nyaman tapi tak mau mempertanggungjawabkan?

sedetik kemudian aku tersadar, semua yang jatuh cinta dengan begitu ikhlas dan keterlaluan akan terpuruk dan terjatuh sangat dalam. aku menyadari, aku tak pernah sesempurna itu memiliki. mungkin juga alasan aku menjadi perempuan sibuk atau bodo amat membuatmu berpaling.

baiklah, terima kasih. pelajaran malam ini untuk sadar diri diterima. semoga esok hari, masih ada waktu untuk berjumpa. sekadar mengobrol atau kembali berkisah-kasih, semoga kamu akan segera datang atau kembali pulang. sebab rumahmu tak pernah lelah menunggu temu.

●TB.CNTNW●

#SATU_SebuahKataKerja

– Rainaksara Putri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s